Minggu, 10 Mei 2026

Israel dan Hamas Gencatan Senjata

Setelah 11 Hari Berperang Israel dan Hamas Gencatan Senjata, Warga Gaza Turun ke Jalan

Kesepakatan ini setidaknya menjadi kabar baik bagi masyarakat sipil kedua negara setelah 11 hari aksi saling serang berlangsung dan korban jiwa berjat

Tayang:
Editor: John Taena
MOHAMMED ABED / AFP
Seorang pria mengibarkan bendera Palestina ketika yang lain mengibarkan tanda V untuk kemenangan saat mereka merayakan gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir antara Israel dan dua kelompok bersenjata utama Palestina di Gaza pada 20 Mei 2021 

Berdasarkan laporan Reuters, 21 Mei 2021, masyarakat di jalur Gaza turun ke jalan pada Jumat dini hari atau pukul 02.00 waktu setempat, merayakan gencatan senjata ini dengan meneriakkan sanjungan dan rasa syukur kepada Tuhan.

"Allahu akbar, Alhamdulillah!," seru mereka.

Mobil-mobil memenuhi jalanan Gaza dan mereka beramai-ramai membunyikan klakson.

Ada pula yang mengibarkan bendera negara dari jendela rumah.

Ini menjadi satu titik yang mereka anggap sebagai kemenangan dalam melawan serangan militer Israel yang memiliki kekuatan jauh di atas militer Hamas.

Namun, kerusakan banyak bangunan dan infrastruktur dapat dengan mudah ditemui di sudut-sudut kota.

Hal ini semakin memperparah kondisi pembangunan Palestina, yang selama ini tidak mudah dalam hal perekonomian di bawah tekanan pendudukan Israel.

Sejarah konflik Israel-Palestina

Melansir Independent, 20 Mei 2021, konflik antara Israel dan Palestina muncul sejak ratusan tahun yang lalu, jauh sebelum negara Israel didirikan pada Mei 1948.

Tepatnya, konflik itu berawal tahun 1799, ketika Napoleon Bonaparte mengusulkan tanah Palestina sebagai Tanah Air orang Yahudi.

Inggris tidak bisa dilepaskan perannya, karena negara itu lah yang meletakkan dasar nyata keberadaan satu negara Yahudi di Palestina.

Berdasarkan alur konflik Palestina-Israel yang disajikan Aljzeera, pada tahun 1947-1949, 80 tanah Palestina dirampas oleh Zionis (Israel) dan lebih dari 80 persen masyarakatnya diusir.

Setidaknya ada 150.000 warga Palestina yang tetap tinggal di wilayah Israel hingga akhirnya diberi status kewarganegaraan dan tunduk lasa aturan militer hingga 1966.

Kemudian, pada 1967 wilayah tepi barat dan Jalur Gaza ditaklukkan Israel.

Negara modern ini pun memulai kendali militernya atas orang-orang Palestina yang tinggal di Wilayah Pendudukan Palestina.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved