Rabu, 15 April 2026

Israel dan Hamas Gencatan Senjata

Setelah 11 Hari Berperang Israel dan Hamas Gencatan Senjata, Warga Gaza Turun ke Jalan

Kesepakatan ini setidaknya menjadi kabar baik bagi masyarakat sipil kedua negara setelah 11 hari aksi saling serang berlangsung dan korban jiwa berjat

Editor: John Taena
MOHAMMED ABED / AFP
Seorang pria mengibarkan bendera Palestina ketika yang lain mengibarkan tanda V untuk kemenangan saat mereka merayakan gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir antara Israel dan dua kelompok bersenjata utama Palestina di Gaza pada 20 Mei 2021 

POS-KUPANG.COM - Israel dan Palestina akhirnya mencapai kesepakatan untuk gencatan setelah kurang lebih satu minggu berperang.

Dikutip dari AP News, Jumat 21 Mei 2021, gencatan senjata disepakati kedua belah pihak pada Kamis 20 Mei 2021.

Kesepakatan ini setidaknya menjadi kabar baik bagi masyarakat sipil kedua negara setelah 11 hari aksi saling serang berlangsung dan korban jiwa berjatuhan di kedua pihak.

Namun, apa sesungguhnya arti gencatan senjata ini?

Arti gencatan senjata

Warga Palestina meneriakkan slogan-slogan merayakan gencatan senjata yang dicapai setelah perang 11 hari antara Hamas dan Israel di Gaza City, Jumat 21 Mei 2021.
Warga Palestina meneriakkan slogan-slogan merayakan gencatan senjata yang dicapai setelah perang 11 hari antara Hamas dan Israel di Gaza City, Jumat 21 Mei 2021. (AP PHOTO/KHALIL HAMRA)

Dalam bahasa Inggris, gencatan senjata adalah ceasefire. Dikutip dari CNN 25 Juni 2010, ceasefire berasal dari 2 kata yakni "cease" dan "fire".

Secaca harfiah, "cease" berarti berhenti dan "fire" berarti api. Dalam konteks gencatan senjata, kata "fire" dimaknai sebagai penembakan senjata api.

Jadi, ceasefire atau gencatan senjata adalah kebijakan di mana pihak yang berkonflik sepakat berhenti menembakkan atau meluncurkan senjata-senjata api.

Ketika kesepakatan ini diambil, itu berarti pihak-pihak yang berkonflik tidak dibenarkan meluncurkan serangan alias menghentikan pertempuran yang sebelumnya terjadi.

Namun, terkadang kesepakatan untuk gencatan senjata hanya berlaku untuk sementara waktu maupun permanen.

Jika sementara waktu, kemungkinan konflik masih akan kembali terjadi di waktu yang akan datang. Meski menghentikan pertempuran, kebijakan ini belum tentu berarti perdamaian atau berakhirnya peperangan.

Gencatan senjata bisa jadi diambil dengan alasan kedua belah pihak ingin bernegosiasi kesepakatan apa yang ingin mereka capai.

Bisa juga keduanya melibatkan pihak ketiga yang bersifat netral dalam negosiasi tersebut. Selain itu, gencatan senjata juga bisa jadi menjadi taktik atau tipu muslihat satu pihak untuk melakukan tindakan yang lebih masif di waktu selanjutnya.

Kondisi terkini di Gaza Pasca keputusan gencatan senjata disetujui kedua belah pihak, situasi di kedua negara nampak jauh lebih tenang tanpa adanya asap-asap roket yang jatuh dan membumihanguskan apa yang ada di bawahnya.

Masyarakat pun nampak bergembira, setidaknya saat ini tidak ada serangan yang mengancam keselamatan jiwa mereka.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved