Abraham Paul Liyanto Soal Kedatangan Bahlil Lahadalia ke NTT: Beliau Ini Menteri Rasa HIPMI
Abraham Paul Soal Kedatangan Bahlil Lahadalia ke NTT; Beliau Ini Menteri Rasa HIPMI
Abraham Paul Liyanto Soal Kedatangan Bahlil Lahadalia ke NTT; Beliau Ini Menteri Rasa HIPMI
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Anggota DPD RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Paul Liyanto mengaku kedatangan Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia di Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang merupakan yang kedua kalinya.
"Di ruangan ini dulu bapak menteri datang sebagai ketua HIPMI sekarang hadir sebagai menteri. Selamat datang kembali pak," katanya, dalam sambutan singkatnya, Sabtu 22 Mei 2021.
Baca juga: BREAKING NEWS: Menteri Bahlil Disambut Tarian NTT Sebelum Beri Kuliah Umum di UCB Kupang
Dia menjelaskan, kedatangan menteri ini juga sebagai motivator bagi para mahasiswa di UCB terutama bagi mahasiswa yang sebentar lagi akan menamatkan studinya di kampus ini.
Menurutnya, kampus UCB juga akan didorong ke kampus digital sehingga saat ini prodi bisnis digital telah disiapkan oleh UCB dan diketahui telah diusulkan ke pemerintah pusat
untuk memproses ijinnya.
Melalui kuliah umum ini, kata dia, diharapkan berbagai pengalaman dari Menteri Bahlil Lahadalia yang dulunya merupakan seorang pengusaha dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

" Ini dimaksudkan untuk menghadapi era 4.0 dan sebentar lagi akan memasuki 5.0, sehingga kampus ini kita dorong ke arah digital," sebutnya.
Wakil Rektor II UCB Kupang Yoseph Liem, ST.,M.Ars, mengungkapkan, dengan adanya kuliah umum ini dapat memberi gambaran dan motivasi, apalagi latar belakang dari menteri merupakan seorang pengusaha.
"StudI ini ujung-ujungnya ada di dunia bisnis dan kami pikir kuliah umum ini akan sangat membantu, apalagi pak Bahlil juga berjuang dari bawah bisa jadi seperti ini. Ini nilai positif yang kami ambil," ungkapnya, Kamis 20 Mei 2021.
Dia menambahkan pada pelaksanaan kuliah umum nantinya sebagian mahasiswa akan ada di ruangan dan sebagian mahasiswa mengikuti dari rumah atau secara daring.
Pola tersebut, menurutnya dimaskudkan agar bisa mendukung penerapan kampus digital yang sedang dijajaki UCB Kupang. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)