Pemda Lembata Terus Mengupayakan Lokasi Relokasi Sekitar Wilayah Ile Ape
Bupati Lembata ini telah direlakan masyarakat Laranwutun untuk digunakan sebagai lahan relokasi untuk saudara - saudara mereka.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Pemda Lembata Terus Mengupayakan Lokasi Relokasi Sekitar Wilayah Ile Ape
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Walaupun telah menyediakan 50 ha lahan di Waijarang sebagai lahan relokasi, namun hingga saat ini, Pemda Lembata terus berupaya mendapatkan lokasi relokasi di dalam atau sekitar wilayah Ile Ape.
Hal ini dilakukan agar masyarakat korban bencana yang hampir seluruhnya adalah petani tidak kehilangan lapangan pekerjaan. Selain itu, kearifan - kearifan lokal lainnya juga diharapkan dapat tetap terjaga.
Pada Kamis, 13 Mei 2021, sejumlah Kepala OPD bersama masyarakat Laranwutun menjajaki Puho Wokol. Lahan yang terletak sekitar 5 km di belakang Kantor Bupati Lembata ini telah direlakan masyarakat Laranwutun untuk digunakan sebagai lahan relokasi untuk saudara - saudara mereka.
Baca juga: Tim SAR Gabungan Mulai Sisir Jalur Laut Cari Korban Banjir Ile Ape Lembata
Menurut Sekretaris Daerah, Paskalis Tapobali, Puho Wokol menjadi alternatif terakhir apabila tidak ada lagi lokasi yang lebih dekat mengingat jarak Puho Wokol yang cukup jauh.

Baca juga: Empat Suku di Ile Ape Hibahkan Tanah Untuk Relokasi Korban Bencana Lembata
Setelah menjajaki Puho Wokol, Pemda kembali mencoba melakukan pendekatan dengan pemilik lahan di Tanah Geto untuk melihat kemungkinan penambahan luas lahan setelah sebelumnya telah diserahkan 8 ha oleh pemilik tanah.
Pada Sabtu, 15 Mei 2021, bertempat di Posko Utama Aula Kantor Bupati Lembata, di hadapan Sekda Lembata, Paskalis Tapobali, masyarakat pemilik lahan Tana Geto secara ikhlas menambah luas lahan relokasi sampai 40 ha. Lalu, pada Senin, 17Mei 2021 disepakati untuk dilakukan pengukuran kembali menambah luas lahan dimaksud.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)