Antisipasi Arus Balik, Petugas Satgas Berjaga di Posko Covid-19 Dena Biko-Ngada
Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Ngada kembali melaksanakan penjagaan di Posko Covid-19 Dena Biko, Desa Mengeruda, Kecamat
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Petugas Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Ngada kembali melaksanakan penjagaan di Posko Covid-19 Dena Biko, Desa Mengeruda, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada.
Penjagaan di posko perbatasan antara wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo tersebut dilakukan untuk mengantisipasi arus balik pasca liburan lebaran 1442 hijriah.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan Pos Kupang, Senin (17/5/2021), para petugas yang terdiri dari anggota polisi, TNI, Sat Pol PP, serta petugas kesehatan melakukan penjagaan di Posko Covid-19 Dena Biko.
Terlihat mereka menghentikan pelintas jalur Boawae-Mengeruda untuk mendata pelaku perjalanan yang berasal dari luar wilayah. Selain itu, mereka juga mendata para pelintas yang selama ini melintasi jalur tersebut.
Anggota Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19, Posko Dena Biko, Bripka Polikarpus Meo kepada media ini mengungkapkan bahwa, penjagaan tersebut dilakukan untuk mendata para pelaku perjalanan yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Ngada.
Selain itu, pihaknya juga mendata masyarakat yang melintasi jalur Mengeruda-Boawae.
"Tujuannya untuk mencegah adanya penyebaran covid-19. Dan gunanya pendataan supaya kita tau pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah kita sini, supaya nanti kalau terjadi apa-apa kita bisa mencari tahu orang itu," ungkapnya.
Bripka Polikarpus berharap, pelintas maupun para pelaku perjalanan supaya tetap mentaati protokol kesehatan covid-19 seperti memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk ke Kabupaten Ngada.
"Kita juga berharap dengan penerapan protokol kesehatan covid-19 ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya penerapan protokol kesehatan, bukan karena petugas tetapi karena kesadaran dari mereka," ungkapnya.
Sementara itu, anggota Satgas lainnya, Sertu Yeremias Pee juga menambahkan, selain melakukan pemantauan terhadap arus balik, pihaknya memantau pelintasan ternak babi. Hal tersebut karena virus ASF merebak di berbagai daerah di Pulau Flores.
"Kita juga pantau ternak babi karena terkait dengan virus ASF. Jadi babi dari luar tidak boleh masuk ke wilayah Kabupaten Ngada," ungkapnya.
Yeremias berharap, dengan penjagaan pelintas ternak babi tersebut, ternak babi milik warga di wilayah Kabupaten Ngada tidak terserang ASF. (mm)
Baca juga: Pelabuhan Bolok Dan Tenau Kupang Sepih Jelang Arus Balik Mudik Lebaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/satgas-melakukan-penjagaan-di-pos-covid-19-dena-bik.jpg)