130 Umat Paroki Santo Fransiskus Dari Assisi BTN Kolhua Divaksin
menjalani uji klinis di Inggris, Brazil, dan Afrika Selatan. Vaksin ini memiliki nilai efikasi (efek perlindungan terhadap COVID-19)
Penulis: Rosalina Woso | Editor: Rosalina Woso
130 Umat Paroki Santo Fransiskus Dari Assisi BTN Kolhua Divaksin
POS KUPANG.COM|KUPANG-- Sebanyak 130 umat paroki Santo Fransiskus dari Assisi BTN Kolhua Kupang mendapat pelayanan Vaksin dari Tim Medis Rumas Sakit Carolus Boromeus Kupang.
Pelayanan ini berlangsung di aula paroki Santo Fransiskus dari Assisi BTN Kolhua Kupang , Minggu 16 Mei 2021
Sr. Ancelina CB yang mewakili tim medis RS Carolus Boromeus CB diawal pelayanan vaksin mengatakan, vaksin yang diberikan kepada umat paroki Asisi merupakan vaksin Astra Zeneca.
Baca juga: Sebanyak 19 Ribu Warga Kota Kupang Telah Menerima Vaksin AstreaZeneca
"Ada juga jenis vaksin Sinovac tapi yang diberikan hari ini yakni vaksin Astra Zeneca. Ada gejala yang akan dialami setelah divaksin Astra Zeneca. Ada demam, mual, muntah, sakit kepala. Kalau demam itu biasa dan tidak perlu takut. Demam artinya tubuh sedang dalam proses penyesuaian dengan vaksin," ujar Sr. Ancelina asal dari Maunori ini.
Setelah divaksin, ujar Sr. Ancelina, tim medis akan memberikan obat untuk mengantisipasi bila penerima vaksin mengalami demam dan mual. "Makan dulu baru minum obat. Tiga bulan baru vaksin lagi," ujar Sr.Ancelina.
Sementara Pastor Paroki Santu Fransiskus dari Asisii BTN Kolhua, Romo Simon Tamelab, Pr dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan vaksin yang sedang berlangsung merupakan hasil kerja sama yang baik antara tim medis dari Rumah Sakit Carolus Boromeus dan umat paroki Santu Fransiskus dari Assisi.
"Hari ini umat Assisi mendapatkan pelayanan vaksin dari rumah sakit Carolus Boromeus Kupang dengan kuota 130 orang. Kami sangat bersyukur karena inisiatif dari para suster dan tim medis RSCB untuk menjumpai umat dengan memberikan pelayanan. Kami doakan semoga kegiatan vaksinasi ini berjalan dengan baik dan lancar," ujar Romo Simon yang memberkati umat diakhir sambutannya.
Baca juga: Dinkes TTS Belum Terima Laporan Kejadian Susulan Pasca Penggunaan Vaksin Astrazeneca
Sementara Ketua DPP Paroki Santo Fransiskus dari Assisi BTN Kolhua, Adi Ceme mengatakan, petugas medis secara langsung melayani umat.
"Ini pola jemput bola. Umat tidak perlu mengunjungi puskesmas di sekitar Kolhua tetapi melalui paroki umat mendapat pelayanan dari tim medis RS Carolus Boromeus. Umat harus memanfaatkan secara baik kesempatan ini," ujar Mantan Dirut di Bank NTT ini.
Pantauan POS KUPANG.COM, di lokasi pelaksanaan vaksin, umat mulai berdatangan sesuai perayaan misa kedua.
Baca juga: Baru 2,02 Persen Warga Sumba Timur yang Divaksin Covid-19
Ada empat meja pelayanan yakni pendafaran dengan menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), pengambilan karcis, pengukuran suhu tubuh dan pemeriksaan tekanan darah. Selanjutnya pemberian vaksin.
Umat yang telah menerima vaksin tidak diperbolehkan untuk meninggalkan lokasi pelayanan karena masih mendapat pelayanan obat dan surat keterangan bahwa yang bersangkutan telah menerima vaksin pertama.
Pelayanan sedikit mengalami gangguan karena ada umat yang tidak terdaftar dalam kuota 130 orang melalui paroki namun turut serta menerima vaksin.
"Bapak dan mama yang tidak mendaftar terlebih dahulu diharapkan jujur ya. Kasihan orang yang sudah daftar tidak bisa mendapat pelayanan vaksin lagi saat ini.Kami sudah cek, ada yang terima vaksin tapi tidak daftar terlebih dahulu," ujar Cony Niron salah satu pengurus DPP Paroki Santo Fransiskus dari Assisi ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/umat-paroki.jpg)