Breaking News:

Memaknai Ramadan dengan Semangat Bertoleransi

sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka

Editor: Rosalina Woso
Memaknai Ramadan dengan Semangat Bertoleransi
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Syarifuddin Darajat, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Kupang.

Memaknai Ramadan dengan Semangat Bertoleransi

Oleh :  Syarifuddin Darajat 

Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Kupang

Firman Allah Dalam Alqur’an bahwa: “ Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana.

Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk” (Al Imran:103).

Fondasi utama bagi kaum muslimin dalam membangun semangat Persaudaraan (Ukhua) atau toleransi dalam Kehidupan Kehidupan bermasyarakat. 

Konsep ukhua tebagi menjadi tiga, yaitu ukhua Islamiyah, ukhuah Watoniah dan ukhua Insaniah, yang dalam filosofi kehidupan bernegara dikenal dengan istilah toleransi antar interen umat beragama, antar umat beragama, dan antar umat beragama dengan pemerintah, merupakan merupakan satu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melihat Konteks di atas, maka bulan ramadhan telah memberikan nuansa tersendiri bagi umat Islam di dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang multikutural. Perbedaan suku bangsa tidak menjadi penghalang bagi keyakinan dan kenyamanan umat Islam dalam beribadah kepada Allah SWT.

 Akan tetapi menjadi sebuah kekuatan bagi umat Islam dibulan ramadhan untuk melaksanakan Ibadah Puasa menahan segala hawa nafsu dengan penuh kesabaran,demi meraih Kasih Sayang (rahmah), pengampunan (Magfirah), dan pembebasan api neraka (Qotlan Minannar) Dari Allah SWT. Hal ini tertegaskan dalam Alqur’an bahwa: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti (Al.Hujarat:13). 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved