Breaking News:

Penanganan Covid

Tekan Kasus Covid-19, Pemkab Sumba Timur 7 Kali Perpanjang PPKM

Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur sudah tujuh kali  memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaraka

Bupati Sumba Timur
Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing,M.Si 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Oby Lewanmeru

POS -KUPANG.COM/WAINGAPU -- Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur sudah tujuh kali  memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Perpanjangan ketujuh  PPKM sudah  dimulai tanggal 3 Mei  2021 hingga 16 Mei 2021.

Hal ini disampaikan Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing,M.Si, Senin (10/5/2021).
Surat edaran Bupati Sumba Timur itu bernomor Kesra. 400/272 /V/2021 tentang PPKM sesuai surat edaran Bupati Sumba Timur Nomor Kesra.400/104/1/2021 tentang peningkatan kewaspadaan dalam rangka PPKM untuk mengendalikan dan meminimalkan penularan transmisi lokal Covid-19 di Sumba Timur. 

Menurut Khris, sapaan akrab Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing, dalam PPKM yang dikeluarkan Pemkab Sumba Timur sudah jelas mengatur tentang aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi dan perkantoran.

Dalam surat edaran Bupati Sumba Timur itu, Khris mengatakan, perpanjangan ketujuh PPKM tersebut secara umum sesuai hasil tracing menunjukkan peningkatan data jumlah warga yang positif terpapar Covid-19 akibat kontak erat. Ini juga karena menurunnya kesadaran dan ketaatan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan pada aktivitas di luar rumah, serta terjadinya kerumunan yang berpotensi telah mengabaikan protokol kesehatan saat adanya bencana banjir dan angin kencang akibat Siklon Tropis Seroja pada 4-5 April 2021 lalu.

Baca juga: Putus Kontrak Permanen di Persib Bandung Farshad Noor Ngotot Main di Liga 1, Sebut Nama Persija ?

"Kita sudah keluarkan PPKM sejak bulan Januari dan saat ini dalam perpanjangan ketujuh. Edaran penerapan PPKM ini bertujuan untuk mengendalikan dan meminimalisasi potensi penularan Covid-19 melalui transmisi lokal pada masyarakat di Sumba Timur dengan pendekatan berbasis micro," kata Khris.

Lebih lanjut, PPKM itu guna mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 tingkat desa/kelurahan kategori zona orange, kuning dan merah.

Dijelaskan, dalam surat edaran untuk PPKM itu, aktivitas perkantoran diberlakukan Work From Home (WFH) sebanyak 75 persen dan Work From Office (WFO) 25 persen dengan protokol kesehatan lebih ketat.

Sementara proses belajar mengajar di kecamatan zona orange dan zona merah tetap secara daring/ online sementara di kecamatan zona hijau dipertimbangkan pelaksanaan belajar mengajar secara langsung dengan ketentuan wajib melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dengan memenuhi persyaratan sesuai keputusan bersama empat menteri.

Sedangkan aktivitas di sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap berjalan 100 persen dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas sesuai protokol kesehatan secara ketat.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved