Pemda Manggarai Barat Diharapkan Perhatikan Petani di Desa Liang Sola
persawahan seluas 24 hektare yang terbagi di 5 dusun di Desa Liang Sola yang tidak dapat menggarap lahan selama 1 musim tanam
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Pemda Manggarai Barat Diharapkan Perhatikan Petani di Desa Liang Sola
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Pemerintah Daerah Manggarai Barat (Mabar) diharapkan memperhatikan petani di Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor.
Hal tersebut menyusul para petani yang memanfaatkan lahan persawahan seluas 24 hektare yang terbagi di 5 dusun di Desa Liang Sola yang tidak dapat menggarap lahan selama 1 musim tanam
Saluran irigasi akan ditutup sementara dalam rangka pengerjaan proyek Rehabilitasi Jaringan Permukaan Kewenangan Pusat Daerah Irigasi (DI) Lembor Kabupaten Manggarai Barat Tahun Anggaran 2020.
"Sudah pasti berdampak kepada masyarakat Desa Liang Sola yang secara umumnya adalah petani, bisa dipastikan dalam 3 bulan ke depan, Setelah bulan Mei ini ketahanan pangan sudah tertatih-tatih karena selama ini ketahanan pangan hanya berdampak pada 24 hektare lahan yang tersebar di 5 dusun di Desa Liang Sola," katanya saat ditemui, Senin 3 Mei 2021.
Baca juga: Ikan Air Tawar Desa Liang Sola Kabupaten Mabar Diburu Pembeli
Dijelaskannya, ketahanan pangan di Desa Liang Sola akan terancam, sebab lahan sawah tidak digarap.
"Sehingga, masalah ketahanan pangan ini minimal Pemda Manggarai Barat memikirkan hal ini, untuk dicarikan solusi agar masyarakat tidak berdampak kelaparan," ujarnya

Adrianus menuturkan, pihaknya pun mengikuti sosialisasi kedua pengerjaan proyek tersebut di Kantor Camat Lembor, dalam kesempatan itu ia juga meminta agar proyek yang direncanakan rampung pada awal 2022 itu dapat lebih cepat dikerjakan.
Dengan demikian, lanjut dia, dampak terhadap petani tidak meluas.
Baca juga: Puluhan Warga Desa Liang Sola Terima Bantuan Dampak Pandemi Covid-19, Ini Harapan Kades Lian Sola
Pihaknya pun mendukung proyek tersebut, karena dapat berdampak positif bagi masyarakat.
Akan tetapi, pemerintah daerah pun diharapkan untuk membantu masyarakat yang tidak bertani selama 1 musim tanam, dengan berbagai program pemberdayaan dalam sektor pertanian.
Pemberdayaan dapat dilakukan dengan menggunakan lahan garapan yang ada dengan komoditi pertanian yang membutuhkan sedikit suplai air.

Sementara itu, petani di persawahan Lembor, Yebri Arfidi mengatakan penutupan saluran irigasi sangat berdampak terhadap petani.
Sehingga, pihaknya berharap agar pemerintah daerah serius untuk mencari solusi bagi masyarakat.
Baca juga: Kades Adrianus Harsi Gempur Stunting di Desa Liang Sola Kabupaten Mabar
"Harapannya solusi seperti apa, apalagi masyarakat ini kan banyak tanggungan, jadi kami lebih kepada solusi yang jelas itu seperti apa," kata warga di Kelurahan Tangge ini.