Kadin NTT Soroti Kinerja Pelindo Tenau Kupang
Kadin berharap Pelindo mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan bongkar muat karena sangat penting bagi transaksi perdagangan di NTT.
Kadin NTT Soroti Kinerja Pelindo Tenau Kupang
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi NTT menyoroti kinerja Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Kupang.
Kadin berharap Pelindo mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan bongkar muat karena sangat penting bagi transaksi perdagangan di NTT.
Pengurus Kadin NTT, Bobby Lianto mengaku telah menerima pengaduan dari beberapa pengusaha terkait pelayanan Pelindo III Tenau Kupang. Pihaknya sedang mempelajari keluhan dan masukan dari para pengusaha.
Bobby mengatakan, Kadin NTT akan menyurati Pelindo III Tenau Kupang untuk dapat melakukan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat karena sangat penting bagi transaksi perdagangan di NTT.
Baca juga: Kadin NTT Kembali Salurkan Bantuan Kepada Korban Bencana di Kota Kupang
"Kami harap ada tindak lanjut dari Pelindo untuk pelayanan. Tapi, jika belum, maka kami akan mengundang Pelindo dan pengusaha pelaku bongkar muat untuk berbicara bersama di kantor Kadin NTT supaya ada jalan keluar dan solusi terbaik," kata Bobby di Kupang, Sabtu (8/5/2021).
"Kami harap ada evaluasi atas kinerja dan pelayanan ini demi kelangsungan perekonomian di NTT, Kota Kupang dan sekitarnya yang berdampak pada masyarakat," tambahnya.
Pengurus Kadin NTT lainnya, Bobby Pitoby mengatakan, proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tenau Kupang terkendala maka akan membuat harga barang menjadi mahal.
"Jika proses bongkar muat berjalan lancar, maka otomatis biaya dari pihak ekspedisi menjadi lebih ringan. Jika biaya expedisi murah, biaya transpor kepada pengusaha juga menjadi murah sehingga harga barang dapat dijual lebih murah kepada konsumen. Jika harga barang murah, daya beli masyarakat meningkat dan ekonomi dapat berjalan lebih baik," katanya.
"Saya berharap pihak Pelindo dapat segera memperbaiki kinerja kerja dengan menggunakan alat-alat yang memadai untuk memperlancar proses bongkar muat," tambah Bobby Pitoby.
Sebelumnya, pengusaha Hengky Marloanto (63) mengeluhkan ketidaklancaran pelayanan bongkar muat barang/peti kemas di Pelabuhan Tenau Kupang sebelum dan setelah terjadi badai Seroja.
Baca juga: Serikat Pegawai Pelindo III Serahkan Bantuan Bencana di Kabupaten Kupang
Warga Jalan Alor No 38 RT 013 RW 004 Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang meminta manajemen PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Tenau Kupang segera melakukan evaluasi.
Dalam suratnya bernomor: 007/HM/05/2021 yang ditujukan kepada General Manager PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Tenau Kupang, Hengky membeberkan ketidaknyamanan yang dialaminya.
Ia menjelaskan, telah berlangsung kurang lebih sepuluh tahun, diadakan Meeting Penetapan Pelayanan Terpadu (P2T) yang membahas tentang estimasi kedatangan kapal, penyandaran kapal, nomor urut antrian kapal bongkar/muat.
Meeting P2T dimaksud kini diadakan setiap hari Senin dan Rabu. Dengan diadakan meeting ini, maka jelas terjadi antrian bongkar muat barang/peti kemas di Pelabuhan Tenau Kupang.
Baca juga: Kadin NTT Minta Pemerintah Pastikan Stok Makanan
Selanjutnya, pada awal April 2021 terjadi badai Seroja yang melanda wilayah NTT, termasuk Kota Kupang yang mengakibatkan terjadinya kerusakan dua unit container crane (CC), rubber tyred gantry (RTG) dan reach stacker (RS) secara bergantian.
Peralatan tersebut milik PT Pelindo III (Persero) Cabang Tenau Kupang. "Kerusakan alat tersebut sangat mengganggu bongkar muat barang/peti kemas. Di lain pihak crane darat milik swasta tidak bisa digunakan dengan afasan ketiadaan surat kelayakan," kata Hengky. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/boby-lianto_20171027_015734.jpg)