Minggu, 26 April 2026

Sok-sokan ke Luar Angkasa, China Malu Sendiri , Roketnya Meledak dan Jatuh, Warga Bumi Waspada

Kini, China juga sok-sokan ingin jelajag luar angkasa. Namun rokter yang dibangun dengan harga mahal seberat 18 ton itu jatuh setelah gagal mencapai l

Editor: Alfred Dama
via kontan.co.id
Sok-sokan ke Luar Angkasa, China Malu Sendiri , Roketnya Meledak dan Jatuh, Warga Bumi Waspada 

POS KUPANG.COM -- China menunjukan ambisinya menjadi salah satu negara yang ikut menguasai ruang angkasa

Selama ini, hanya Amerika Serikat dan Rusia yang sukses melakukan eksplorasi di luar angkasa

Kini, China juga sok-sokan ingin jelajag luar angkasa. Namun rokter yang dibangun dengan harga mahal seberat 18 ton itu jatuh setelah gagal mencapai luar angkasa yang diinginkan

Kini semua masyarakat bumi harus waspada terhadap puing dari bangkai roket yang jatuh.

Meskpun prediksi kemungkinan besar jatuh di laut , namun warga bumi juga harus waspada dengan benda asing dari luar angkasa

Media Roket Long-March 5B milik China yang diluncurkan pada 29 April lalu diprediksi akan mendarat ke bumi pada Minggu (9/5) sekitar pukul 06.00.

Kemungkinan, roket itu akan memasuki atmosfer bumi pada Sabtu (8/5).

Baca juga: Mengerikan, Roket China 21 Ton Bakal Jatuh, Prediksi Serpihannya Hujani Banyak Negara, Indonesia?

Baca juga: Ngeri, Roket China Berat 21 Ton Ancam Pemukiman Penduduk Dunia, Kini Telah Lewati Beberapa Negara

Roket yang membawa modul pertama stasiun luar angkasa terbaru itu akan melesat turun dengan kecepatan ratusan kilometer per jam. Sayangnya, para ahli sulit memastikan roket seberat 18 ton itu akan jatuh di mana.

Juru bicara Pentagon, Mike Howard berharap puing roket itu mendarat di laut, bukan di darat. Mengingat sekitar 70% bumi adalah air.

"Kami sangat berharap bahwa puing itu akan mendarat di tempat yang tidak akan mencelakai siapa pun," kata Mike.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Autin sebelumnya menilai, China telah lalai membiarkan badan roket jatuh ke orbit. Kendati demikian, pihak AS tidak berencana menembak jatuh roket tersebut.

"Mengingat ukuran objek tersebut, pasti akan ada potongan besar yang tersisa," kata Florent Delefie, astronom di Observatorium Paris-PSL.

Delefie menambahkan, kemungkinan puing roket mendarat di daerah permukiman akan sangat kecil. Peluangnya satu dari sejuta.

Astrofisikawan dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian menyebut, ke depan China diminta untuk mendesain ulang roket agar skenario ini tidak terulang.

Ia bilang, peluang nyata terjadinya kerusakan akibat roket bisa terjadi dan bahkan bisa menimbulkan korban.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved