Selasa, 5 Mei 2026

Australia Pantas Tidak Dipercaya Indonesia, Pernah Campur Tangan di Timor Leste, Kini Urusan Papua

Bangsa Australia didominasi ras kulit putih dengan budaya yang sama dengan Eropa yang merupakan asal bangsa Australia

Tayang:
Editor: Alfred Dama
via intisari.grid.id
Australia Pantas Tidak Dipercaya Indonesia, Pernah Campur Tangan di Timor Leste, Kini Urusan Papua 

POS KUPANG.COM -- Australia merupakan tetangga yang memiliki ras dan budaya yang jauh berbeda dengan Indonesia

Bangsa Australia didominasi ras kulit putih dengan budaya yang sama dengan Eropa yang merupakan asal bangsa Australia

Sikap Australia yang kerap menerapkan standar ganda membuat negara itu terkadang itu kerap ikut campur tangan dengan urusan dalam negeri Indonesia

Hal inilah yang membuat Indonesia tak sepenuhnya percaya denan negeri Kanguru itu

Pada tahun 1995, sebuah makalah parlemen Australia mencatat perjanjian keamanan yang sangat penting antara Australia dan Indonesia.

Kedua negara menunjukkan kemajuan Australia dalam "mengembangkan salah satu hubungan bilateral kami yang paling penting tetapi paling sulit".

Baca juga: Peran Australia Makin Suram di Timor Leste Pamor China Melejit, Bantu Bumi Lorosae Lakukan Ini, Apa?

Baca juga: Kronologis Jet Tempur TNI AU Hampir Tembak Jatuh F 18 Hornet Australia di Langit Timor

Baca juga: Paskhas TNI AU Pernah Bikin CiutNyali Tentara Australia,Kini Digunakan Anies Baswedan di Tanah Abang

Ini bukan hanya tentang ancaman eksternal, ini tentang seluruh lingkungan kawasan.

Australia dan Indonesia memiliki kesamaan pandangan dan kepentingan dalam pandangan strategis kawasan.

Tetapi dengan kekalahan pemilihan Paul Keating hanya beberapa bulan kemudian, diikuti oleh krisis keuangan Asia, penggulingan mantan presiden Indonesia Jenderal Soeharto , krisis Timor Leste, dan fokus yang bergeser pada pengaruh China yang tumbuh, hubungan itu goyah.

Misalnya, keterlibatan kontroversial Australia dalam krisis Timor Leste 1999 menjadi penanda ketidakpercayaan antara Indonesia dan Australia.

Kemudian selanjutnya seputar kemerdekaan Papua Barat.

Pendirian Australia dapat ditelusuri kembali ke Perjanjian Lombok yang ditandatangani pada tahun 2006, setahun setelah 43 orang Papua Barat tiba di Australia untuk mencari suaka dan diberikan visa perlindungan.

Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa kedua negara tidak akan mencampuri urusan dalam negeri, serta menghormati kedaulatan satu sama lain dan tidak mendukung tindakan "separatis".

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang Indonesia yang marah dengan liputan media Australia tentang Papua Barat.

Mereka menyebut banyak dari pemberitaan itu merupakan pemberitaan "sepihak," terutama karena menyediakan platform bagi pengacara hak asasi manusia Veronica Koman, yang didakwa di Indonesia karena menjadi "provokator."

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved