Ramadan 2021
Penguatan Iman dan Takwa Menghadapi Masa Pandemi
Virus corona melum selesai. Wabah Virus Corona salasatu ujian bagi kita agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Penguatan Iman dan Takwa Menghadapi Masa Pandemi
Oleh : Syarifuddin Darajat
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Kupang
Jarak sosial di dalam beribadah masih dilakukan oleh umat Islam di bulan suci ramadhan tahun 2021. Hal ini dilakukan karena penyebaran wabah Virus corona melum selesai. Wabah Virus Corona salasatu ujian bagi kita agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam Alqur’an Allah SWT menegaskan Bahwa: “ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (Albagarah, 155).
Dalam Perspektif Ulama wabah ini disebut dengan Tho’un, yang penyebarannya menular sangat cepat, sehingga perlu dicegah dengan Cara lockdown dan social distancing, seperti Hadist Nabi Bahwa: “Jika kamu mendengar wabah disatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya, tapi jika terjadi wabah ditempat Kamu berada maka jangan kamu tinggalkan tepat itu. (HR. Bukhari).
Secara rohaniah kaum muslimin harus siap menghadapi kondisi musibah ini dengan Alqur’an sebagai pedoman hidup Bahwa semua kembali kepada Allah sebagai sandaran utaman: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “sesungguhnya kami milik Allah dan hanya kepada-Nyalah kami kembali“(Albaqaroh 107).
Baca juga: Jelang Ramadan 2021, Stok Daging Ayam, Sapi dan Telur di Labuan Bajo Mencukupi
Wabah Corona menyerang Jasadiah (Fisik), karena itu secara medis, perlu penanganan oleh Paramedis atau ahli kesehatan. Namun secara rohaniah juga sangat diperlukan dengan penguatan iman lewat pendekatan kepada Tuhan melalui ibadah Kepada Allah SWT.
Secara Jasadiah Virus wabah Corona hanya bisa diatasi dengan ilmu Pengetuan dan Teknologi. Dalam Alqur’an Allah Tegaskan Bahwa” Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
(QS. YUNUS 10:57). Sedangkan secarah rohaniah perlu pendekatan yang lebih jauh melalui pendekatan Keagamaan karena bisa berdampak secara psikologis terhadap sikap putus asa dan bunuh diri. Perlu keterlibatan para ulama dalam melakukan penguatan secara rohaniah. Allah SWT menegaskan Bahwa:“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ‘Rub itu termasuk urusan Rabb-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.’” (QS. Al-Israa’: 85).
Penyebaran Virus Corona telah menimbulkan kesenjangan Sosial, disorganisasi dan disfungsi sosial hampir pada semua aspek kehidupan sosial, budaya, pendidikan, ekonomi dan politik bahkan sampai pada bidang kesehatan, dimana Para medispun dan pasien bisa saling ragu melakukan hubungan sosial karena waspada terjangkit virus corona (Covid 19).
Baca juga: Ramadan 2021, Salimah di Kabupaten Ende Turun ke Jalan Bagi - bagi Takjil
Perlu pendekatan rohaniah guna mencairkan kesenjangan ini. Alqur’an menjawab Kesenjangan ini Bahwa; ” demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al-‘Ashr: 1-3).

Perlu adanya saling bahu membahu dan kerjasama antara semua komponen masyarakat, baik pemerintah, pemangku adat, pemangku masyarakat, pemangku pendidikan dan pemangku agama, untuk menyatukan pemikiran sesuai dengan bidang ilmu masing, guna membawa masyarakat keluar dari tekanan sosial yang berkepanjangan akibat dari penyebaran Virus Corona (Covid 19).
Allah Menegaskan Dalam Alqur’an Bahwa: “ Hai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu“ berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah Niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan “berdirilah Kamu” maka berdirilah niscaya Allah Akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan(QS. Almujadilah:11).
Dalam menghadapi virus korona ini semua komponen bangsa ini harus terlibat bersama-sama. Hilang rasa perbedaan dari suku, agama, ras dan golongan serta berbagai kepentingan, kuat sikap toleransi baik interen umat beragama, antar umat beragama serta umat beragama dan pemerintah, dengan satu tujuan mencegah penyebaran Covod 19 serta mengobati pasien-pasien covid 19, hanya semata-mata karena keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca juga: Ramadan 2021 : Wujud Toleransi, Pemerintah Kota Kupang Berbagi Takjil
“.Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.