Jumat, 12 Juni 2026

Solusi Tepat Penanganan Covid - 19 Pasca Badai Seroja di NTT

Dikutip dari data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT pada 3 April 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat 12.633 orang.

Tayang:
Editor: Gordy Donofan
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

Solusi Tepat Penanganan Covid-19 Pasca Badai Seroja di NTT

Oleh: Deslyn Djara Liwe, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Undana Kupang

POS-KUPANG.COM - Badai Siklon Tropis Seroja menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagian wilayah NTT terdampak bencana longsor, banjir bandang dan rob (banjir air laut). Kondisi terparah terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, Pulau Adonara (Kabupaten Flores Timur) dan Kabupaten Lembata.

Selain merenggut nyawa manusia, banyak warga kehilangan tempat tinggal, harta benda dan ternak. Fasilitas publik termasuk kantor-kantor pemerintahan, infrastruktur jalan dan jembatan rusak.

Begitu juga jaringan telekomunkasi dan listrik. Peristiwa ini terjadi selama 4-5 April 2021. Sebelumnya, pada 3 April 2021, Badai Seroja mulai terbentuk di selatan NTT.

Baca juga: Pasca Badai Seroja di NTT, Beban Ganda Menerpa Mahasiswa, Begini Pandangan Angelina Merici Jeniut

Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat terus berupaya melakukan penanganan pasca badai Seroja. Di tengah penanganan dampak badai Seroja, banyak masyarakat yang lupa bahwa selain ditimpa bencana Siklon Tropis Seroja kita masih belum terlepas dari bencana pandemi Covid-19.

Penanganan dampak badai seroja secara fisik persoalan sudah jelas, tetapi masalah pandemi Covid-19 menginfeksi tanpa dilihat oleh mata. 

Dikutip dari data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT pada 3 April 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat 12.633 orang, dengan meninggal dunia sebanyak 355 orang. 

Sebulan pasca badai Seroja, total kasus positif di NTT per 30 April 2021 tercatat 14.195 orang atau naik menjadi 1.562 orang. Pasien Covid-19 yang meninggal dunia menjadi 387 orang. 

Hal ini membuktikan bahwa banyak masyarakat yang lupa jika virus Corona masih ada di sekitar kita.

Masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah. Badai Seroja boleh berakhir tetapi Covid-19 belum tahu kapan akan berakhir. 

Setelah badai Siklon Tropis berlalu banyak bantuan yang datang dari berbagai pihak, adapun jenis bantuan yang diberikan seperti makanan siap saji, pakaian, perlengkapan mandi, perlengkapan makan, selimut, kasur dan sebagainya. 

Penyaluran bantuan yang diberikan harus  tetap menerapkan protokol kesehatan terutama bagi masyarakat yang masih berada di camp pengungsian karena mengingat bahwa Covid-19 dapat menular melalui benda-benda yang ada di sekitar kita sehingga sebelum menyalurkan bantuan pastikan bahwa jenis bantuan yang akan diberikan benar-benar bebas dari Covid-19.

Mahasiswa FKM Undana Jurusan PKIP
Mahasiswa FKM Undana Jurusan PKIP (POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN)

Baca juga: Pegadaian Peduli Korban Bencana Seroja, Imam Tunda Waktu Lelang Barang

Walaupun dalam keadaan yang sulit akibat dampak badai Siklon Tropis Seroja kita harus tetap ingat bahwa kita belum terbebas dari pandemi Covid-19 yang masih belum tahu kapan akan berakhir oleh karena itu kita harus tetap patuh dengan protokol kesehatan, jangan sekali-kali kita lengah karena nantinya akan lebih memperburuk keadaan yang ada.

Tetaplah patuh dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat karena dengan menerapkan protokol kesehatan kita dapat terhindar dari penularan Covid-19, apalagi di tengah darurat bencana seperti ini. Walaupun sudah ada vaksin, namun penerapan protokol kesehatan tetap wajib dilakukan. Mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker seharusnya sudah menjadi budaya kita karena pandemi Covid-19 sudah cukup lama melekat di negeri kita ini.

Selain menerapkan 3M kita juga harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti makan makanan bergizi, olahraga teratur, istirahat yang cukup dan juga menjaga kebersihan lingkungan, apalagi pasca bencana Seroja ini banyak sampah yang berserakan di mana-mana oleh karena itu kita harus membersihkan sampah tersebut agar tidak menjadi sumber penyakit.

Baca juga: Korban Badai Seroja di Kiritana Kabupaten Sumba Timur Terima Bantuan dari BLU PIP

Jika ingin pandemi Covid-19 segera berlalu janganlah kita bosan untuk terus menaati protokol kesehatan dengan baik dan benar. Jangan memakai masker di bawah dagu, selalu jaga jarak setidaknya satu meter dengan orang lain, hindari kerumunan, selalu mencuci tangan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta bersedia untuk divaksin. 

Jika kita taat dengan anjuran protokol kesehatan yang ada dan terus berusaha dan disertai dengan doa niscaya badai pasti akan berlalu. *

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved