Breaking News:

Korban Badai Seroja di Kiritana Kabupaten Sumba Timur Terima Bantuan dari BLU PIP

korban bencana yang adalah ibu-ibu di Kiritana, yang tergabung dalam Kelompok Hagang Pangalang dan Kelompok Pangga Mandang. 

POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Direktur Utama BLU PIP, Ririn Kadariyah didampingi  Kepala  KPPN Waingapu, Delfiana Lase menyerahkan bantuan kepada korban bencana alam di Desa Kiritana, Kabupaten Sumba Timur,  Jumat 30 April 2021. 

Korban Badai Seroja di Kiritana Kabupaten Sumba Timur Terima Bantuan dari BLU PIP

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Korban bencana banjir dan angin akibat Siklon Tropis Seroja di Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur mendapat bantuan dari Badan Layanan Umum - Pusat Investasi Pemerintah  (BLU -PIP).

Bantuan itu diserahkan langsung oleh Direktur Utama BLU PIP, Ririn Kadariyah di Desa Kiritana, Jumat 30 April 2021.

Bantuan berupa sembako itu diterima oleh korban bencana yang adalah ibu-ibu di Kiritana, yang tergabung dalam Kelompok Hagang Pangalang dan Kelompok Pangga Mandang

Hadir pada acara itu Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Waingapu, Delfiana Lase dan sejumlah staf.

Ririn pada saat itu mengatakan, selama ini sebagian pinjaman diberikan ke ibu-ibu dana dari Kemenkeu.

Baca juga: Usai Divaksin, Sekda Sumba Timur Domu Warandoy Dinyatakan Positif Covid-19

"Kemarin ada bencana di NTT ternyata korbannya juga adalah ibu-ibu yang jadi debitur PNPM atau juga mendapat dampak. Karena itu,  ada bantuan yang bisa membantu kelanjutan sambil nanti kembali berusaha," kata Ririn.

Saat itu Ririn melontarkan pertanyaan kepada ibu-ibu di Desa Kiritana. "Apakah ibu di sini ada yang petani," tanya Ririn.

DONASI --Suasana pembagian donasi oleh Slankers  dan Slanky Sumba Timur kepada korban bencana Seroja
 
DONASI --Suasana pembagian donasi oleh Slankers  dan Slanky Sumba Timur kepada korban bencana Seroja   (Dokumentasi Slankers  dan Slanky Sumba Timur)

Serentak para ibu menjawab iya.

Para ibu yang ada di Kiritana ini mengaku bercocok tanam hortikultura dan menjual di pasar.

Nesta Dapa Muri selaku Ketua Kelompok mengatakan,  dengan adanya bencana yang dialami, maka mereka banyak yang kehilangan tanaman yang sedang diusahakan.

"Mungkin dengan bencana yang kami alami, sejak tiga minggu lalu, banyak tanaman kami yang rusak. Padahal, dari Maret kami sudah tanam di kebun. Namun, setelah itu, ada bencana banjir dan  banjir dan  akhirnya semua tanaman hanyut," kata Nesta.

Baca juga: 21 Orang Meninggal Dunia Akibat Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur

Dikatakan, pada umumnya, anggota kelompok yang ada hanya menanam sayuran dan dijual ke Kota Waingapu.

"Tapi adanya banjir sebanyak  dua kali itu, membuat sayur yang kami tanam rusak," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved