Peringatan Hardiknas 2021, Kadis Dikbud NTT Minta Guru dan Tenaga Kependidikan Lebih Kreatif
upacara dalam apel yang diikuti oleh perwakilan sekolah serta keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Sekolah Tatap Muka
Pada kesempatan itu, Linus Lusi juga menegaskan keyakinannya untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka secara terbatas.
Menurut dia, sekolah tatap muka harus dilakukan dengan skema terbatas agar dapat dilihat perkembangan sehingga mampu dilakukan evaluasi dan perbaikan.
Baca juga: Hari Ini 428 Siswa Paket C Ikut UJian Kesetaraan, Simak Penjelasan Kabid PNFI Dikbud NTT
"Mas Menteri mengingatkan kewaspadaan. Jadi sekolah tatap muka terbatas 5-6 orang harus kita lakukan, sambil melihat kemungkinan kemungkinan," kata dia.
Ia mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Laboratorium Bio Kesmas Provinsi NTT untuk melakukan swab surveilans bagi sekolah dan saat ini sebanyak 11 sekolah di Kota Kupang telah melaksanakan program itu.
Karena itu, menurutnya, sekolah perlu melakukan percobaan sekolah tatap muka terbatas sebagai bagian prakondisi untuk persiapan sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru, 2021-2022.
"Ini sebagai prakondisi untuk tahun ajaran baru bulan di Bulan Juli sehingga ada rekomendasi. Jika kita tidak lakukan maka kita tidak memiliki sebuah keberanian lagi," tegas mantan Kepala Badan Perbatasan itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/linus-lusi-saat-perayaan-hardiknas.jpg)