Breaking News:

Nasih Sudah Jadi Bubur, India Hancur Dihntam Covid-19, Pakar Ungkap Kesalahan Fatal Pemerintah

Menurut lima ahli di forum penasihat ilmiah, mengatakan sejak awal Maret, pejabat India mengabaikan peringatan tentang jenis virus baru yang menyebar

via kontan.co.id
MENGERIKAN Serangan Covid-19 di India , Setiap 5 Menit Satu Pasien Meninggal di New Delhi 

POS KUPANG.COM -- Negara India benar-benar berantakan dihajar virus corona atau Covid-19

Saat ini , situasi India kini memang tengah dilanda krisis hebat akibat Covid-19.

Menanggapi masalah ini tentu saja ada akar yang menjadi penyebab utama situasi yang kini dialami india ini.

Menurut lima ahli di forum penasihat ilmiah, mengatakan sejak awal Maret, pejabat India mengabaikan peringatan tentang jenis virus baru yang menyebar.

Sebelum dengan cepat virus itu mulai menyebar dan menyebabkan situasi seperti yang dialami India seperti saat ini.

Terlepas dari peringatan tersebut, empat ilmuwan mengatakan pemerintah federal India belum menerapkan pembatasan drastis, untuk mencegah penyebaran virus.

Menurut Reuters, Jutaan orang, yang sebagian besar tidak memakai masker, berpartisipasi dalam festival keagamaan dan fokus pada advokasi politik.

Baca juga: Frustasi Tangani Pasien Covid-19  Dokter di India Bunuh Diri, Pasien Corona Terus Bertambah

Baca juga: Menkes: Ada 16 Kasus Mutasi Virus Corona Asal India, Inggris, dan Afrika Selatan di Indonesia 

Baca juga: China Memang Cari Gara-gara , Ambil Kesempatan Rebut Wilayah India yang Sedang Dihantam Corona

Baca juga: India Kelabakan Atasi Virus Corona , Tempat Kremasi Saja Angkat Tangan, Meninggal Setiap 4 Menit

24h
Petugas kesehatan di India melakukan kremasi pada jenazah.

Puluhan ribu petani melanjutkan kampanye mereka untuk melakukan protes di dekat ibu kota New Delhi untuk memprotes perubahan kebijakan pertanian.

Negara terpadat di dunia itu, sekarang sedang berjuang untuk mengatasi gelombang kedua epidemi yang lebih parah daripada yang pertama tahun lalu.

Gelombang ini dipercepat dengan munculnya strain baru dan yang sebelumnya ditemukan di Inggris, kata para ilmuwan.

Halaman
123
Editor: Alfred Dama
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved