Breaking News:

Keracunan Pangan di Manggarai Timur

Kasus Keracunan Pangan di Nggalak Leleng Ditetapkan Sebagai KLB

Kasus keracunan pangan di Nggalak Leleng Manggarai Timur ditetapkan sebagai KLB

ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, SH.,M.Hum, saat memantau para korban yang sedang dirawat 

Kasus keracunan pangan di Nggalak Leleng Manggarai Timur ditetapkan sebagai KLB

POS-KUPANG.COM | RUTENG----Ratusan warga menjadi korban keracunan pangan saat menghadiri acara kenduri (salah satu bagian dari rangkaian acara kematian) dari salah satu Warga di Dusun Pau, Kelurahan Nggalak Leleng, Jumat (30/4/2021) lalu. Terkait kasus ini, ditetapkan sebagai kejadian luar biasa ( KLB) keracunan pangan.

Hal ini Berdasarkan surat Penetapan KLB Keracunan Pangan dengan nomor UM.090/Dinkes/858/V/2021 yang ditanda tangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, dr Surip Tintin. Salinan surat ini diberikan oleh Kabag Prokopim Setda Manggarai Timur, Jefrin Haryanto, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (4/5/2021) pagi.

Jefrin menjelaskan, sebanyak 145 orang warga korban keracuan pangan itu yang saat ini sedang dirawat dengan rincinan yang dirawat di RSUD Ruteng sebanyak 13 orang, Puskesmas Mano sebanyak 47 orang, Klinik Wejang Asih 34 orang, rawat di Rumah 47 orang, Puskesmas Lengko Ajang 3 orang, Puskesmas Colol 2 orang. Sedangkan 15 orang masih dalam perawatan dan 1 orang korban yang dirawat di RSUD Bajawa meninggal dunia.

Baca juga: Di Belu, Positif Covid Tambah Dua Kasus, Kontak Erat Tambah 33 Kasus

Baca juga: Pegadaian Peduli Korban Bencana Seroja, Imam Tunda Waktu Lelang Barang

Jefrin menjelaskan, satu orang warga yang meninggal dunia itu bernama Adrianus Rasi (13) asal Wukir, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.

Pasien tersebut meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Bajawa, Kabupaten Ngada, Selasa (4/5/2021).

Jefrin menjelaskan kronologisnya, almahrum mengikuti kegiatan misa kenduri dan terdata sebagai salah satu korban Keracunan Pangan pada hari Sabtu tanggal 1 Mei 2021 Pukul 17.00 Wita.

Kemudian Tim Puskesmas segera melakukan evakuasi dari rumah ke Puskesmas tetapi ditolak oleh pasien dan selanjutnya terapi obat oleh Tenaga Kesehatan. Pada hari Minggu tanggal 2 Mei 2021 pagi ,pasien memaksa pulang ke Wukir tanpa sepengetahuan petugas Puskesmas.

Baca juga: Ini Data Keseluruhan Korban Keracunan Pangan di Nggalak Leleng, Manggarai Timur

Baca juga: Sifon Dalam Budaya TTS Berisiko Penyakit Menular Seksual (Bagian-2)

Senin tanggal 3 Mei 2021 pukul 09.00, pasien dibawa ke Puskesmas Wukir dibawa dalam keadaan dehidrasi berat dan saat itu juga Tim Puskesmas Wukir memaksa pasien untuk segera dirujuk ke RSUD Bajawa, tetapi keluarga menolak.

Karena keluarga menolak, sempat terjadi perdebatan sekitar 1,5 jam dan akhirnya pada pukul 11.00 Wita pasien dirujuk ke RSUD Bajawa. Sampai di RSUD Bajawa pasien langsung di rawat di Ruang ICU RSUD Bajawa.

Namun nyawa tak dapat tertolong, Pasien meninggal, Selasa 04 Mei 2021 Di RSUD Bajawa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Berita Manggarai Timur

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved