Breaking News:

Siswa SMATER Harus Jadi Duta Yang Berani Merasul dan Berjuang Meraih Masa Depan

Hari ini adalah momentum yang patut dicatat SMAK Frateran Maumere ( Smater) sejak didirikan pada tanggal 22 Juli 2005

Siswa SMATER Harus Jadi Duta Yang Berani Merasul dan Berjuang Meraih Masa Depan
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Kepala Sekolah SMATER, Fr. M.Paschalis, BHK

POS-KUPANG.COM | MAUMERE-"Hari ini adalah momentum yang patut dicatat Satuan Pendidikan SMAK Frateran Maumere ( Smater) sejak didirikan pada tanggal 22 Juli 2005 dalam sejarah khususnya di masa pandemi Covid-19 tahun 2021.Yang mana ada Keistimewaan pada rapat Dewan Guru secara virtual (zoom meeting).

Surat Keputusan Nomor: 2414/SMAK.Fr/IN/SK/V/2020/2021. Di sisi lain, lembaga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah melalui Kementerian Pendidikan,Kebudayaan,Riset dan Teknologi yang telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No 4 Tahun 2019 tentang ditiadakannya UN dan memberi kewenangan sepenuhnya kepada sekolah untuk menyelenggarakan ujian sekolah dan penentuan kelulusan.

Demikian penegasan Kepala Sekolah SMATER, Fr.M.Pascalis, BHK dalam keterangan persnya kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Senin (3/5/2021) siang.

Baca juga: Vinsen Making Ungkap Penyakit Malaria Bertahan Tergantung Mobilitas Penduduk

Baca juga: Ariel NOAH dan Bunga Citra Lestari Resmi Pacaran? Tangan BCL Melingkar di Leher Eks Luna Maya

Fr. Paschalis mengatakan, poin utama yang menjadi hak sekolah dikembalikan ke sekolah. Akan tetapi pemerintah menetapkan syarat kelulusan yang wajib dilaksanakan oleh sekolah yakni pertama, telah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun. Kedua,memiliki nilai Kepribadian sosial dan spiritual baik (B). Ketiga, mengikuti ujian sekolah.

"Namun Satuan Pendidikan SMA Katolik Frateran Maumere memiliki komitmen dan prinsip yang bermanfaat untuk peserta didik. Di mana mempersiapkan peserta didik untuk masa depannya. Program unggulan baru yakni Program Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Outing Class. Program Outing Class bertujuan untuk memberikan peserta didik belajar secara langsung di masyarakat di mana untuk mengaktualisasikan kompetensi dasar yang telah dipelajari lintas mata pelajaran,pada akhir semester," kata Fr.Paschalis.

Untuk program KTI, paparnya, memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik atas keterampilan abad 21 yaitu kemapuan literasi dan melatih berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Peserta didik bebas memilih topik sesuai dengan minat mereka sebagai bentuk aplikasi merdeka belajar yang dicanangkan menteri pendidikan kebudayaan riset dan teknologi saat ini. "KTI menjadi hukum wajib bagi siswa semester VI untuk melaksanakannya dan menjadi salah satu syarat kelulusan. Oleh karena itu, maka di lingkup Satuan Pendidikan SMA Katolik Frateran Maumere memiliki 4 syarat kelulusan," ujarnya.

Baca juga: Bupati Malaka Perintahkan Dinas PUPR dan Pertanian Turun Lapangan

Baca juga: Wujudkan Revolusi Pertanian, Bupati Flotim Panen Raya Jagung di Kecamatan Titehena

Ia pun mengapresiasi apa yang diberikan kepada orangtua peserta didik, ibu dan bapak guru serta segenap civitas akademika SMA Katolik Frateran Maumere serta lembaga mitra yang telah dengan caranya masing-masing membantu kerja bersama lembaga SMA Katolik Frateran Maumere dibawah naungan Yayasan Pendidikan Mardi Wiyata.

"Lembaga merasa puas dan mampu menyelenggarakan Pendidikan karena memiliki Sumber Daya Guru (SDG) yang berkualitas dan program strategis yang diperuntukkan peserta didik demi menyiapkan masa depan mereka. Prosentase Kelulusan 100% menjadi salah satu tolok ukur atas kerja keras dan kerja bersama semua pihak," kata Fr.Paschalis.

Ia pun agar putra-putri terbaik SMATER MOF diutus untuk menjadi Duta Smater yang berani merasul dan berjuang untuk hidup dan raih masa depan. "SMATER MERASUL, PRESTASI TERPATRI".(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Berita Kabupaten Sikka

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved