Breaking News:

Ramadan 2021

Awal Mula Sejarah Zakat di Zaman Nabi Muhammad dan 5 Keutamaannya

Ketika Yang Mahakuasa meminta kaum Muslim untuk membayarnya, itu bukanlah sesuatu yang tidak mereka ketahui.

Editor: Rosalina Woso
Awal Mula Sejarah Zakat di Zaman Nabi Muhammad dan 5 Keutamaannya
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Ketua Lembaga JQH (Jam’iyyah Quro’ Wal Huffadz PWNU NTT), Mochammad Irfanuddin Alluqman

Awal Mula Sejarah Zakat di Zaman Nabi Muhammad dan 5 Keutamaannya

Oleh : Mochammad Irfanuddin Alluqman
(Ketua Lembaga JQH (Jam’iyyah Quro’ Wal Huffadz PWNU NTT)

Seperti semua praktik Islam yang lainnya yang diharuskan dilakukan umat Islam, zakat juga memiliki sejarah khusus yang tertanam pada zaman Nabi Muhammad (SAW).

Untuk memahami gravitasi dari praktik yang sangat besar ini, penting bagi kita untuk memahami keadaan historis tempat praktik itu muncul.

Berikut awal mulai sejarah zakat dan keutamaan zakat yang dirangkum dari berbagai sumber yang wajib diketahui dan dipahami umat islam: Zakat Sebelum Kedatangan Islam
Sejarah zakat sama dengan sejarah salat. Jelas dari Alquran bahwa seperti salat, arahannya selalu ada dalam syariah para nabi sebelumnya.

Ketika Yang Mahakuasa meminta kaum Muslim untuk membayarnya, itu bukanlah sesuatu yang tidak mereka ketahui.

Baca juga: Contoh Teks Khutbah Jumat di Bulan Ramadan 2021: Menyambut Lailatul Qadar di Masa Pandemi

Semua pengikut agama Ibrahim (AS) sepenuhnya menyadari hal itu. Karena alasan inilah Surah Al-Ma'arij (70:25) menggambarkannya sebagai "Hak yang ditentukan."

Jadi itu merupakan bagian sunnah yang sudah ada sebelumnya, yang ketika masa Nabi Muhammad SAW mengalami perkembangan dan kemudian ditegakkan atas perintah Allah SWT.

Penjaja takjil di pasar baru Larantuka, Aminah Rauf sedang melayani pembeli
Penjaja takjil di pasar baru Larantuka, Aminah Rauf sedang melayani pembeli (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)

Al-Qur'an memberikan contoh dalam beberapa ayat yang memberi tahu kita bagaimana zakat dikenakan pada para nabi sebelumnya. Sebagai contoh:

Zakat Nabi Ismail (AS): Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. 

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved