Breaking News:

Amerika Mulai Pancing Perang Bikin Ketar Ketir, Situasi di Laut China Selatan Semakin Bahaya

Situasi panas di Laut China Selatan tak kunjung mereda. Bahkan, militer Amerika Serikat semakin agresif memancing pasukan China yang berpotensi terjad

Editor: Alfred Dama
Navu Mill Photo
China Panik Saat Tahu Kapal Induk Lioning Dibuntuti Kapal Perang AS di Laut China Selatan, Lansgung Kabur? 

POS KUPANG.COM -- Situasi panas di Laut China Selatan tak kunjung mereda. Bahkan, militer Amerika Serikat semakin agresif memancing pasukan China yang berpotensi terjadi perang

Kemungkinan bentrokan di Laut China Selatan kian mengkhawatirkan, mengingat situasi di wilayah tersebut mencekam dan berbahaya.

Militerisasi oleh Amerika Serikat (AS) dan China memunculkan ketegangan berlebih di wilayah yang disengketakan.

AS dan China tampaknya terkunci dalam duel yang didorong oleh ketidakpercayaan satu sama lain.

Masing-masing dari negara dengan kekuatan terbesar itu mengaku tidak ingin menurunkan ketegangan terlebih dahulu.

Situasi ini membutuhkan kepala yang tenang dan dingin dari semua negara, terutama dari para analis agar memaparkan pengamatannya dengan objektif.

Baca juga: Diperintahkan Xi Jinping, China Kirim Kapal Canggih ke Laut China Selatan Langsung Lakukan Ini, Apa?

Baca juga: Kejadian Tak Biasa, China Tiba-tiba Kirim 3 Kapal Canggih Sekaligus ke Laut China Selatan, Ada Apa?

Baca juga: Berkoar Hancurkan China di Laut China Selatan , AS Malah Ciut Nyali Bila Perang Benaran, Faktanya?

Tapi, sebaliknya, yang terjadi justru adanya reaksi berlebihan satu sama lain yang kemudian memicu api dan kekhawatiran perang.

Dilansir Sosok.ID dari Reuters, China telah mendesak AS untuk menahan pasukan garis depan mereka di wilayah yang disengketakan.

Kementerian pertahanan China mendesak Amerika Serikat pada Kamis (29/4/2021) untuk mengendalikan pasukan garis depannya yang menurut Beijing telah menjadi lebih aktif di udara dan laut dekat China tahun ini.

China sering menyatakan bahwa kehadiran militer AS di Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Selat Taiwan adalah faktor destabilisasi utama di wilayah tersebut.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved