Breaking News:

Diadukan ke Kejari TTU Nasib Kepala  Desa Banain B, Kabupaten TTU  " di Ujung Tanduk", Ini Masalah

Diadukan ke Kejari TTU Nasib Kepala  Desa Banain B, Kabupaten TTU  " di Ujung Tanduk" Nasib Kepala Desa  Banain B, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten

 POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon
Para tokoh masyarakat saat menyerahkan LHP Inspektorat ke Kejari TTU, Selasa, 26/04/2021. 

Diadukan ke Kejari TTU Nasib Kepala  Desa Banain B, Kabupaten TTU  " di Ujung Tanduk"

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Nasib Kepala Desa  Banain B, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Yulius Kolo di ujung tanduk. Pasalnya, ia dilaporkan melakukan penyalahgunaan anggaran dana desa oleh para tokoh masyarakat Desa setempat ke pihak Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, pada, Selasa, 26/04/2021.

Para tokoh masyarakat menyerahkan secara langsung LHP Inspektorat kepada Kejari TTU terkait penyalahgunaan anggaran dana desa setempat.

Kepada wartawan, Tokoh Masyarakat Desa Banain, Beatus Kolo mengatakan, pihaknya menyambangi kantor Kejari TTU untuk menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat TTU. 

Menurut Beatus, pasca dilakukan pemeriksaan selama 14 hari oleh Inspektorat, pihaknya menyerahkan surat tersebut kepada Kejari TTU untuk ditindaklanjuti. 

Temuan sementara penyalahgunaan dana desa berdasarkan informasi diterima tokoh masyarakat , lanjutnya, sebanyak Rp. 785. 400. 027. Dalam LHP inspektorat tersebut temuan penyalahgunaan anggaran bermula sejak tahun 2017 hingga 2020.

"Untuk tiga tahun anggaran punya. Sedangkan tahun 2015 sampai 2016 itu sudah selesai," ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya, bernama Agustinus Anunu menjelaskan, masyarakat Desa Banain B, menilai beberapa proyek pembangunan yang direncanakan dengan bersumber dari Dana Desa seperti; Lapangan Bola Kaki, Embung, ATK di SMP, Lapangan SDK jalan dari Banain ke Muaf terbengkelai. 

Perihal pembangunan Embung, tutur Agustinus, kepala desa secara sepihak melakukan relokasi pembangunan dari kesempakatan masyarakat sebelumnya melalui Musyawarah Dusun.

"Lapangan itu dibangun belum selesai," tandasnya kesal.

Sementara itu, Kepala Desa juga secara sewenang-wenang melakukan pembangunan PAUD di tanah milik SMP di Desa setempat. Sehingga sempat menimbulkan pertentangan antara Kepala Desa dan Kepala SMP tersebut.

Sedangkan, pembangunan jalan dari Banain B ke Muaf dengan alokasi anggaran yang bersumber dari dana desa tahun 2020, kini terlihat rusak parah. 

"Anggaran tahun 2020 itu dia punya got sudah rusak semua," tutup Agustinus.(CR5)

Baca juga: NTT Provinsi Pertama di KTI Yang Kabupaten/Kota Berhasil  Eliminasi Malaria

Para tokoh masyarakat saat menyerahkan LHP Inspektorat ke Kejari TTU, Selasa, 26/04/2021.
Para tokoh masyarakat saat menyerahkan LHP Inspektorat ke Kejari TTU, Selasa, 26/04/2021. ( POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon)
Penulis: Dionisius Rebon
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved