Breaking News:

Tanah Malasera Kembali Menjadi Tanah Pemda Nagekeo

Tanah Malasera di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo kembali menjadi milik pemerintah daerah Kabupaten Nagekeo

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Serah terima dokumen surat pernyataan pelepasan hak atas tanah Malasera dari PT Prima Indo Megah kepada Pemda Ngakeo di ruang kerja Bupati Nagekeo, Senin (26/4/2021). 

POS-KUPANG.COM | MBAY-Tanah Malasera di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo kembali menjadi milik pemerintah daerah Kabupaten Nagekeo.

Kepastian hukum terkait kepemilikan tanah tersebut diketahui setelah dilakukannya penandatanganan surat pernyataan pelepasan hak atas tanah Malasera dari Direktur PT Prima Indo Megah Firdaus Adi Kisworo selalu pihak yang melepaskan hak kepada pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam hal ini Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do selalu pihak yang menerima pelepasan hak.

Penandatanganan tersebut dilakukan di ruang kerja Bupati Nagekeo, Senin (26/4/2021) pukul 08:00-09:00 Wita.

Hadir mendampingi Bupati Don dalam kegiatan penandatanganan tersebut yakni, Sekda Nagekeo Lukas Mere, Para Asisten, Kabag HukumHans Malo, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Lory Antonius, Kabag Administrasi Pemerintahan Maria Dua, dan Kabid Aset pada Badan Keuangan DaerahAbdul Latif.

Baca juga: MUI Sumba Timur Terus Ingatkan Umat Muslim Soal Protokol Kesehatan

Baca juga: Dukung Kasus Lurah Naikoten I, Seluruh RT/RW Meminta DPD Partai NasDem Pecat SB

Dari Pihak PT Prima Indo Megah, hadir Direktur didampingi Kuasa Hukum Silvester Nong Manis, SH.

Selain itu, hadir pula kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Nagekeo, Dominikus Insantuan.

Peristiwa penandatanganan dokumen pelepasan hak tanah tersebut disamping sebagai tindak lanjut amar putusan pengadilan, juga sangat membantu langkah optimalisasi aset daerah berupa kepastian hukum atas tanah yang akan digunakan untuk melanjutkan tahapan pembangunan perumahan tapak dan rumah sederhana sehat Malasera, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo bagi para Pegawai Nageri Sipil Kabupaten Nagekeo.

Di atas lahan seluas 14,43 ha tersebut, telah dibangun 52 unit rumah, terdiri dari 19 unit yang sudah selesai 100 persen dan 33 unit yang belum tuntas dikerjakan.

Baca juga: Hypermart Promo JSM Hari Terakhir Senin 26 April 2021, Anggur Diskon15%, 2 Koko Krunch Diskon10%

Baca juga: Kapolres Malaka Pimpin Apel Kebangsaan, Ini Harapannya

Sebelum penandatanganan dan penyerahan dokumen tersebut, dilakukan pertemuan singkat.

"Setelah ini, kita butuh legal opinion dari pihak terkait sebelum proses lebih lanjut ke lembaga DPRD," ungkap Bupati Don.

Dijelaskan Bupati Don, tanah Malasera sejak awal peruntukan, memang direncanakan untuk perumahan pemukiman bagi para Pegawai Nageri Sipil (PNS) daerah. Pembangunan sempat terhenti karena terkait persoalan hukum. Saat ini, Pemda Nagekeo kembali memproses peruntukannya setelah semua prosedur dilewati sebagaimana mestinya.

"Market sudah ada, tinggal menjual. Ini tanah Pemda untuk perumahan PNS yang mengantongi Sertifikat Hak Guna Bangunan. Proses harus berjalan baik, benar dan cepat agar yang menggunakan bangunan bisa nyaman menempatinya dan daerah tidak dirugikan. Instansi terkait saya minta segera telusuri sertifikat tanah sesuai jumlah yang sudah diterbitkan BPN atas tanah Pemda di Malasera," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Berita Kabupaten Nagekeo

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved