Kasus Covid-19 di Sumba Timur Naik, Pemerintah Perketat Pengawasan Pasien yang Isolasi Mandiri

Pemkab Sumba Timur mulai memperketat pengawasan terhadap semua pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Domu Warandoy,S.H,M. Si 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Pemerintah Kabupaten Sumba Timur ( Pemkab Sumba Timur) mulai memperketat pengawasan terhadap semua pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Pengawasan, selain dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19,juga oleh pemerintah desa/kelurahan dan RT/RW.

Hal ini disampaikan Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H,M.Sin Kamis (22/4/2021).
Menurut Domu, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur meningkat tajam pada April 2021 ini dan mulai terasa pada tanggal 17 dan 18 April 2021 lalu.

Baca juga: Jadi Duta GenRe 2021 Siswa SMATER Siap Sebarkan Virus Kebaikkan

Baca juga: KRI Semarang 594 Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Flores Timur

"Dari total kasus positif, dominan pasien melakukan isolasi mandiri. Untuk isolasi mandiri ini kita akan perketat pengawasan," kata Domu.

Dijelaskan, pengawasan pasien yang isolasi mandiri akan dilakukan baik oleh tenaga kesehatan dari Posko Satgas Penanganan Covid-19, juga oleh pemerintah di tingkat RT dan RW.

"Pengawasan yang kita lakukan ini akan beda dengan sebelumnya. Saat ini tentu akan diperketat sehingga pasien tersebut benar-benar isolasi mandiri," katanya.

Domu mengatakan, semenjak adanya bencana alam banjir dan siklon tropis Seroja yang mulai dirasakan pada tanggal 4 April 2021 itu, memicu adanya warga yang harus mengungsi.

Baca juga: Taman Bacaan Pelangi Luncurkan Girls’ Scholarship Program, Beasiswa Khusus untuk Siswi di Flores NTT

Baca juga: 20 Ribu Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat - NTT, Simak Infonya

"Tentu kalau mengungsi pasti akan berkumpul pada titik-titik tertentu. Nah, ini tidak bisa kita hindari adanya kerumunan orang," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana mengatakan, pasien yang melakukan isolasi mandiri tetap diawasi.

Menurut Chrisnawan, memang kemampuan untuk karantina terpusat agak sulit, namun, apabila di setiap desa atau kelurahan bisa membuat isolasi mandiri ,maka akan lebih bagus.

"Jadi untuk pasien-pasien yang isolasi mandiri saat ini akan diawasi dan dipantau secara ketat.
Selain pengawasan, tentu diikuti dengan edukasi mengenai karantina atau isolasi mandiri yang baik dan benar," kata Chrisnawan.

Dikatakan, meningkatnya kasus positif Covid-19 di Sumba Timur itu karena proses penelusuran dan pemeriksaan yang gencar dilakukan.

"Kalau tidak periksa maka tidak kita temukan apa-apa. Kata kuncinya adalah bahwa semakin banyak kita periksa, pasti banyak temukan kasus," katanya.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Sumba Timur, Jonker Telnoni,S.KM mengatakan, saat ini kegiatan tracing dilakukan oleh puskesmas untuk mendeteksi kasus akibat kontak erat.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved