Sabtu, 11 April 2026

ASN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Ditugaskan Sortir 30 Ton Bawang Merah, Begini Kondisi 

ASN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Ditugaskan Sortir 30 Ton Bawang Merah, Begini Kondisi  sekira 30 ton bawang merah milik Pemerintah Provin

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
ASN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bertugas menyortir dan menjaga bawang agar merah yang belum terjual tidak rusak. Bawang merah itu dijemur di halaman Kantor UPT Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT. 

ASN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Ditugaskan Sortir 30 Ton Bawang Merah, Begini Kondisi 

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Hampir sekira 30 ton bawang merah milik Pemerintah Provinsi NTT belum terjual kembali hingga saat ini. Bawang itu dibeli pemerintah dari petani bawang di Kabupaten TTS, Jumat 26 Maret 2021. 

Sejak didatangkan dari BesipaE, Kabupaten TTS, bawang merah itu ditempatkan di halaman kantor UPT Pengelolaan Kebun Dinas, di jalan Polisi Militer Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Lokasi itu berada persis di seberang kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.

Menurut kepala dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Ir. Lecky Frederich Koli, penyortiran itu dilakukan untuk memisahkan bawang sesuai dengan kondisi dan kualitas untuk dapat dijual kembali ke pasaran. 

"Jadi teman-teman setelah terima, kita lakukan pemilahan. Syarat supaya kalau dijual di konsumen kita tidak dikomplain, karena bawang resiko tinggi. Kalau simpan lebih lama maka penyusutan lebih banyak, bahkan busuk," kata Lecky saat ditemui di kantornya, Selasa (20/4).

Lecky menjelaskan, sebanyak 30an aparat sipil negara (ASN) di dinas itu ditugaskan untuk melakukan penyortiran dan memastikan kondisi bawang tetap dalam keadaan baik sampai saat penjualan. Bawang itu dijemur di halaman kantor UPT Pengelolaan Kebun Dinas untuk menghindari kerusakan dan penyusutan. 

"Pegawai dong tidak kerja. Dong ada 30-an orang bolak balik itu bawang. Dong tiap hari bajaga ini barang, berjemur. Jadi mereka tiap hari mesti bolak balik ini barang," terang Lecky. 

Ia mengatakan, saat diambil dari petani kondisinya belum rapi sehingga para ASN ditugaskan untuk merapikan kondisi bawang merah itu sebelum dijual kembali.  

"Saat bencana ini, bawang belum rapi sehingga kita berusaha merapikan sambil membantu petani segera menjual supaya mudah mudahan cepat habis," kata dia. 

Dari total 59 ton bawang merah yang dibeli pemerintah dari petani, baru terjual setengahnya. Hal itu diakui Lecky karena harga yang relatif sama dengan harga di pasaran. Pihak dinas menjual bawang tersebut dengan harga Rp 20 ribu per kg, sama seperti harga saat dibeli dari petani.

"Kita jual juga 20 ribu. Tidak banyak orang beli, karena harga relatif sama harga pasar," kata dia. 

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 30 ton bawang merah yang dibeli Pemerintah Provinsi NTT dari petani bawang di Kabupaten Timor Tengah Selatan belum terjual kembali. Pantauan POS-KUPANG.COM Selasa siang, bawang dihamparkan di halaman Kantor UPT Pengelolaan Kebun Dinas. Tampak ASN melakukan pemilahan bawang di lokasi itu. 

Bawang itu dibeli pemerintah provinsi dari kelompok kelompok petani bawang merah di Kabupaten TTS saat kunjungan kerja Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat ke Besipae pada Jumat, 26 Maret 2021 lalu. Saat itu, 59 ton bawang dari petani dilepas secara simbolis oleh Gubernur Viktor Laiskodat dari BesipaE menuju Kupang. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Lecky F Koli kepada POS-KUPANG.COM menjelaskan, dari total 60-an ton bawang yang dibeli oleh Pemprov, hingga Selasa, 20 April 2021 baru terjual 30 ton. Saat ini, bawang yang belum terjual disortir di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, jalan Polisi Militer Kecamatan Oebobo Kota Kupang. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved