Kamis, 16 April 2026

Kisah Bocah 9 Tahun di Tempat Karantina Kabupaten Sikka

SD di Nangalimang ini adalah salah satu dari pasien karantina terpusat di belakang Roxy Maumere, Kelurahan Kota Baru

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Proses pemulangan pasien positif di lokasi karantina terpusat Kota Baru, Maumere dan diantaranya ada Pedro, bocah 9 tahun. 

Cerita Bocah 9 Tahun di Tempat Karantina, VC dengan Bapaknya di Papua Lalu Senang  Bisa Pulang

POS-KUPANG.COM | MAUMERE--Pedro, bocah 9 tahun mengaku bahagia bisa kembali ke rumahnya di Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Pedro, siswa kelas empat SD di Nangalimang ini adalah salah satu dari pasien karantina terpusat di belakang Roxy Maumere, Kelurahan Kota Baru, Maumere

Ia telah dinyatakan sehat usai dinyatakan positif antigen dan harus menjalani karantina sejak tanggal 9 April 2021.

Namun selama 10 hari di tempat karantina tepatnya, Senin 19 April 2021 sore ia bersama enam pasien dipulangkan Tim Satgas Covid-19.

Pedro dan enam warganya pulang ke rumah usai hasil observasi tim medis mereka dinyatakan sehat.

Pedro sore itu tampak senang dan bahagia.

Baca juga: Testimoni Gemar Membaca GM Pelindo Maumere Bangkitkan Motivasi Pelajar di Kabupaten Sikka

Ia senang karena bisa pulang kembali ke rumah bertemu mama dan kakaknya.

Pedro sebelum pelepasan oleh Tim Satgas Covid-19 Sikka yang dihadiri Sekertaris BPBD Sikka, Paskalis Paseli, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sikka, Edmond Bura, Kasie Kelurahan Nangalimang, Jitro Boki, anggota jaga Kodim 1603 Sikka, Pelda ST.Napitupulu dan relawan mengaku tidak sabar lagi kembali rumah.

"Saya tinggal di Nangalimang bersama mama dan dua kakak.Saya anak bungsu. Bapak ada kerja di Papua. Tadi malam, Minggu 18 April 2021 saya sempat video call (VC) dengan bapak. Bapak sempat menangis ingat saya.Bapak pesan saya baik di tempat karantina.Bapak juga sudah tahu kalau saya di lokasi karantina karena hasil pemeriksaan saya positif antigen.Saya waktu dijemput tidak menangis.Saya senang bisa ke tempat karantina dan sekarang sudah sehat serta sudah bisa pulang ke rumah.Saya dan kakak saya yang kena tapi kakak sudah sehat dan pulang duluan," kata Pedro.

Ia mengatakan, selama di tempat karantina ia tidak merasa sepi karena bersama warga lainnya yang menjalani karantina.

"Saya senang karena setiap hari bisa bermain bola bersama relawan.Habis maka  dan olahraga main dengan relawan," papar Pedro.

Baca juga: Bencana Siklon Seroja di Kabupaten Sikka Makan Korban 1 Nelayan

Pedro mengungkapkan, ia selalu pesan bapak dan mamnya jangan menangis selama masa karantina.

"Saya ingat pesan bapak dan mama harus senang dan jangan menangis," papar Pedro.

Sore itu, sebelum pulang Pedro mendapat kado istimewa dari Rumah Baca Akar Maumere

Ia diberi sepatu, seragam dan peralatan sekolah.

Kabag Edmon kepada wartawan mengaku bangga dengan Pedro.

"Pedro masih berusia 4 tahun tapi ia dengan semangat dan tidak cengeng jalani karantina selama 10 hari.Mari kita belajar dari Pedro yang taat prokes," paparnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved