Berita Timor Leste

Sudah Merdeka, Timor Leste Malah Dijadikan Ini Oleh Australia, Sengsara Terus, Bagaimana China?

Sudah Merdeka, Timor Leste Malah Dijadikan Ini Oleh Australia, Sengsara Terus, Bagaimana China?

Editor: maria anitoda
istimewa
Sudah Merdeka, Timor Leste Malah Dijadikan Ini Oleh Australia, Sengsara Terus, Bagaimana China? 

POS-KUPANG.COM - Sudah Merdeka, Timor Leste Malah Dijadikan Ini Oleh Australia, Sengsara Terus, Bagaimana China?

Timor Leste sudah merdeka dari Indonesia dan menjadi negara sendiri selama 20 tahun.

Kala itu Timor Leste berpisah dari Indonesia saat masih periode Presiden BJ Habibie.

Baca juga: Singgung Rasa Takut dan Dibungkam, AHY: Tingkat Demokrasi Indonesia di Bawah Malaysia & Timor Leste

Baca juga: Indonesia Tak Rugi Lepas Timor Leste , Kini Australia dan Amerika Kini Terancam Hutang TL ke China

BJ Habibie yang merupakan Presiden RI ke-3 memutuskan melepas Timor Leste setelah dilakukan berbagai pertimbangan.

Meski demikian, sebenarnya Timor Leste tak benar-benar lepas dari 'penjajahan' setelah merdeka.

Timor Leste bahkan masih menjadi negara sumber keuangan bagi Australia.

Saat 20 tahun silam, pasukan penjaga perdamaian internasional pimpinan Australia yang dikenal sebagai INTERFET mendarat di Timor-Leste.

Salah satu sudut Kota Dili ,Timor Leste, dengan jalan yang berada di bibir pantai.

Saat itu Timoe Leste baru saja merdeka dari Indonesia.

Australia memang merupakan negara yang memimpin pasukan penjaga perdamaian dari 11.000 orang dari 22 negara.

Dilansir oleh Crikey.com.au, John Howard menyebut intervensi itu sebagai "kemenangan kebijakan luar negeri yang signifikan" dan mengatakan ia tidak akan mengubah apa pun tentang itu, dan tentara Indonesia menarik diri sepenuhnya pada akhir Oktober.

Karena intervensi tersebut bahkan personel pertahanan Australia mendapat pujian.

Meski demikiann sebenarnya INTERFET hanyalah sebagian kecil dari kisah Australia dengan Timor-Leste.

INTERFET Australia ke Timor Leste

Setelah lebih dari 78% orang Timor memilih kemerdekaan dalam referendum pada 30 Agustus 1999, milisi paramiliter pro-Indonesia yang marah menanggapinya dengan kekerasan.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved