Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Senin 19 April 2021: SETIA MENCARI DIA

Yesus menegaskan bahwa kita memang mesti menyeberang, tapi dengan maksud dasar agar bisa memiliki kedekatan dan intimitas kasih dengan-Nya.

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Senin 19 April 2021: SETIA MENCARI DIA (Yohanes 6:22-29)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Seorang rahib berkata, "Kita manusia tidak memiliki hidup. Kita menerima hidup dalam tubuh kita yang ringkih. Dan hidup ini bertumbuh, berkembang, menjadi lebih dalam selama kita diberi makan. Tanpa makan, kita akan menjadi kering dan mati. Tak hanya hidup kita yang jasmani, tapi juga hidup kita dalam roh. Kita perlu diberi makan. Kita membutuhkan makanan jasmani, makanan intelektual, dan makanan untuk hati".

Pada bagian awal injilnya, Yohanes berkisah tentang perkawinan di Kana (lih. Yoh 2:1-11). Yesus membawa para murid-Nya ke pesta itu. Ini sebuah simbol bahwa Yesus mengarahkan dan membawa mereka masuk ke dalam kasih, ke dalam intimitas, pesta nikah ilahi nanti di surga.

Untuk bisa masuk ke dalam intimitas dengan-Nya, para murid mesti menyeberang, passing over iman. Dalam konteks ini, Yohanes berkisah tentang orang banyak yang menyeberang untuk mencari Yesus. Ketika mereka menemukan Yesus di seberang, mereka berkata, "Rabi, bilamanakah Engkau tiba di sini?" (Yoh 6:25).

Yesus memberi jawaban ini, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang" (Yoh 6:26).

Terbaca jelas, Yesus tidak memberi jawaban atas pertanyaan orang banyak, yang telah menyeberang untuk mengikuti Dia. Ia lebih memilih berbicara bukan tentang kedatangan-Nya di seberang. Ia justru bicara tentang penyeberangan mereka. Ia bicara tentang motivasi atau maksud penyeberangan mereka ke tempat itu.

Mereka menyeberang dan mencari Dia bukan karena mereka telah melihat tanda-tanda, melainkan karena mereka telah mendapat roti dari-Nya dan menjadi kenyang. Mereka menyeberang karena ingin mendapat roti jasmani lagi, dan bukan karena terdorong untuk mendapatkan makanan untuk hati mereka. Mereka hanya menyeberang untuk menjadi kenyang secara jasmani, dan bukan untuk membangun intimitas dengan diri-Nya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Sabtu 17 April 2021: SEBERANGI BATAS

Temanku menulis pendek buatku kemarin, "Terik matahari siang ini, seakan membawa pergi semua kesejukan batinku. Padahal aku telah selesaikan tugas pekerjaan hingga tuntas dan sukses. Makan pun pada waktunya, dengan menu luar biasa.Tetapi kicau burung di ranting pohon samping kamarku, seakan membawa ketenangan buat batinku. Sapaan darimu, walau cuma tanya 'apa kabar, baek2 kah?' seakan membawa asa untuk tetap bertahan dalam situasi apa pun".

Tak disangkal kita butuh makanan untuk hati kita. Walau lambung dan perut kita telah kenyang dengan steak, pecel lele, ayam geprek, atau apalah, toh hati, jiwa kita tetap butuh asupan makanan dan gizi perhatian, sapaan, apresiasi, kasih.

Yesus menegaskan bahwa kita memang mesti menyeberang, tapi dengan maksud dasar agar bisa memiliki kedekatan dan intimitas kasih dengan-Nya. Kita menyeberang untuk mengikuti Dia, karena kita percaya pada-Nya. Dengan itu hati kita akan terkenyangkan dan terbahagiakan. *

Simak juga renungan harian katolik berikut:

Baca juga artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved