Menara Darurat PLN Pulihkan Listrik di Pulau Timor

Tiga belas hari pasca Badai Siklon Seroja, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT)

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Press Conference Energize Tower Emergency T.19 Maulafa-Naibonat melalui video konferensi dan secara langsung di Kantor PLN UIW NTT, Senin (19/4/2021) siang. 

Terkait pembangunan menara permanen ini, Direktur PLN pun telah memerintahkan agar PLN Grup untuk Kupang. Anak perusahaan PLN yakni PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) sudah menugaskan PT Rekadaya Elektrika untuk segera mencari tapak tower yang akan digunakan.

"Jadi kami sudah rencanakan re-route. Nanti dari hasil teknis itu akan ditentukan tower dibangun dimana," ujarnya.

Pihaknya telah berkunjung ke lapangan bertemu dengan warga. Hasilnya akan disampaikan ke direktur untuk segera memroses pembangunan tower permanen. Kemungkinan, T.19 dan T.20 yang roboh akan re-route atau mencari jalur lain dan akan membangun tiga tower.

"Dari situ yang akan kami harapkan jalur permanen untuk transmisi 70 kV Kupang sampai Atambua bisa lebih andal," harapnya.

Selain pembangunan menara permanen, PLN akan melakukan mitigasi jangka pendek berupa penguatan tapak-tapak tower yang memiliki risiko. Usulan telah diberikan ke PLN pusat seperti membangun dinding di sekitar fondasi.

Diakuinya, PLN belum 100 persen melakukan pemulihan listrik di lapangan. Selain kerusakan instalasi yang cukup parah, akses jalan dan transportasi juga menjadi kendala bagi petugas PLN dalam memperbaiki instalasi

Jatmiko menyebut, kendala akses jalan yang putus dialami oleh petugas di Lembata, Adonara, dan Sumba Timur. Sementara itu, kendala yang dialami di Sabu dan Rote tak lain adalah moda transportasi baru bisa diakses setelah hari ke tujuh.

"Kami belum bisa kirim material, peralatan, dan tambahan tenaga karena akses ke Sabu dan Rote terkendala. Sedangkan khusus ke arah Tablolong, Naioni, dan Baun itu yang sekarang masih ada sisa kami harus perbaiki," sambungnya.

"PLN kalau mau listriki ke rumah itu harus dipastikan benar-benar aman dulu," tambahnya.

Syamsul pun menyambung bahwa menara darurat itu tidak akan digunakan secara permanen. Tapi, pembangunan menara permanen itu dipastikan tidak akan mengganggu masyarakat dalam menikmati listrik. Proses migrasi dari menara darurat ke menara permanen memang akan mengalami padam beberapa jam, tapi selama masa konstruksi tidak akan mengganggu listrik masyarakat.

"Kami komit untuk menyelesaikan pemulihan listrik ini. Kami tidak janji berapa hari tapi upaya mempercepat itu. Para relawan juga tidak akan tinggalkan NTTsebelum tuntaskan 100 persen," ungkap Syamsul.

Di akhir video konferensi itu, Syamsul juga meminta bantuan masyarakat untuk mendukung PLN dalam meningkatkan keandalan suplai listrik di NTT. Dia berharap masyarakat bisa mengikhlaskan pohon-pohon yang harus ditebang/dipangkas karena menyentuh kawat atau konduktor PLN. Apabila ingin menanam pohon, Syamsul meminta agar tidak menanam pohon di bawah jaringan PLN.

Adapun hadir juga dalam video konferensi tersebut segenap direksi PLN, Kepala Dinas ESDM NTT Jusuf Adoe, Kasiter Kasrem 161 WS Kolonel Inf Seniman Zega SH, Ketua Posko Siaga PLN Putu Sudarsa, Manager UP3 Kupang Arif Rohmatin, para relawan yang membantu membangun menara darurat, dan masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Berita PLN

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved