Breaking News:

Ramadan 2021

Puasa Sebagai Dimensi Ibadah Sosial

Ramadan merupakan bulan yang didalamnya setiap Umat Islam yang beriman diserukan untuk berpuasa dan memperbanyak amal sholeh

Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Hasanah Purnamasari, S.H.I, M.Ag, Dosen Ekonomi Syariah STAI Kupang. 

Oleh: Hasanah Purnamasari, S.H.I, M.Ag, Dosen Ekonomi Syariah STAI Kupang

POS-KUPANG.COM - Ramadan merupakan bulan yang didalamnya setiap Umat Islam yang beriman diserukan untuk berpuasa dan memperbanyak amal sholeh. Ramadan juga merupakan bulan yang paling subur untuk menanam segala benih kebaikan.

Dalam bulan ini manusia berlomba-lomba berbuat baik terhadap individual maupun sosial dengan tujuan utama yaitu menjadi hamba Allah SWT yang bertaqwa dan mendapat rahmatNya.

Sebagaimana firman Allah SWT: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS.Al-Baqarah: 183)

Baca juga: Isyana Sarasvati: Enggak Sakit Kok

Baca juga: Kepala BPTD Wilayah XIII NTT Tito Gesit Utiarto, SE, DESS: 6-13 Mei Transportasi Umum tak Beroperasi

Para ulama banyak memberikan uraian mengenai hikmah berpuasa, di antaranya; untuk mempertinggi budi pekerti, menimbulkan kesadaran dan kasih sayang terhadap orang-orang miskin, lemah dan tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, melatih jiwa dan lain sebagainya.

Salah satu kebaikan yang sangat dianjurkan pada bulan ramadhan ini ialah memberi makan orang-orang yang berpuasa. Kebaikan ini dapat kita lakukan sendiri atau mengajak sahabat dan kerabat sehingga lebih ringan dalam menjalankannya.

Dalam pemberian ini tidak harus berjumlah besar, melainkan sesuai dengan kemampuan kita. Dapat berupa air, sirup, kurma, aneka makanan berat dan apapun yang dapat membatalkan puasa bagi mereka yang melaksanakannya.

Baca juga: Promo JSM Alfamart Minggu 18 April 2021, Dapat Gratis Teh Botol, Kuaci Mizone, Ini Caranya

Baca juga: Warga Korban Banjir di Desa Fahiluka Butuh Air Bersih

Karena, sekecil apapun yang kita berikan akan menjadi catatan pahala dan tabungan di akhirat nanti selama dilandasi niat lillahi ta'ala tanpa sombong dan riya. Pada dasarnya memberi makan pada siapapun yang membutuhkan termasuk salah satu bentuk sedekah. Dan bagi mereka yang melakukannya dijanjikan sebagai ashabul maimanah (ahli surga), sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Balad ayat 14.

Begitu banyak pahala yang didapatkan orang-orang yang memberi makan saudaranya yang tengah menjalani ibadah puasa, salah satunya yakni dijanjikan baginya surga.
"Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Rasulullah SAW pun ditanya: "Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasulullah?".
Kemudian Rasulullah SAW menjawab: "Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan dan senantiasa berpuasa dan sholat pada malam hari diwaktu manusia tidur." (HR.Tirmidzi).

Dalam hadist lain juga dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun." (HR.Tirmidzi).

Dengan merujuk pada hadist di atas dapat ditarik benang merah bahwa pada bulan puasa ini seyogyanya manusia mengedepankan sikap ta'awun atau solidaritas sosial yang lahir dari hati ikhlas nan tulus yang merupakan hasil dari sebuah proses transedensi (hablu min Allah) dan kemudian dipraktikkan dalam kehidupan sesama manusia sebagai (hablu min an-Nas) yang bersifat serba utama.

Kedua dimensi tersebut harus berjalan dengan seimbang, hablu min Allah harus tercermin dalam hablu min an-Nas, begitupun sebaliknya. Artinya, setiap muslim yang melakukannya memang lahir dari keterpanggilan iman dan tauhid yang kuat sehingga membentuk rasa peduli, empati dan solidaritas yang kuat, karena sejatinya puasa tidak hanya sebatas menahan haus dan lapar namun dapat merasakan penderitaan dan kesulitan yang dialami orang lain.

Adapun momentum ramadhan di tengah saudara-saudara kita yang tertimpa musibah ini, diharapkan sikap ta'awun yang luhur dapat mengandung nilai-nilai kebaikan bagi setiap muslim yang berpuasa kemudian tercermin dalam dalam perilaku yang tulus, jernih kata sejalan sehingga tercipta kehidupan manusia yang bermakna baik didunia maupun di akhirat. (*)

Kumpulan Berita Ramadan 2021

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved