Pasca Bencana Alam NTT

Data Kecamatan Asal-asalan, Tim BPBD Kabupaten TTS Turun Langsung Data Sendiri di Lapangan

Data Kecamatan Asal-asalan, Tim BPBD Kabupaten TTS Turun Langsung Data Sendiri di Lapangan

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Juru bicara Pemda TTS terkait penanganan bencana, Edison Sipa   

Data Kecamatan Asal-asalan, Tim BPBD Kabupaten TTS Turun Langsung Data Sendiri di Lapangan

Laporan Reporter Pos-Kupan

Jembatan Benanain di Malaka nyaris ambruk
Jembatan Benanain di Malaka nyaris ambruk (istimewa)

g. Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Juru bicara Pemda TTS terkait penanganan bencana, Edison Sipa mengatakan, Pemda TTS melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTS sudah mengirimkan data dampak bencana ke Propinsi NTT berdasarkan data dari kecamatan. Namun data tersebut masih berupa data umum gambaran kerusakan akibat siklon tropis seroja. 

Pihak Propinsi meminta data rincian dampak bencana, by name, by addres dan gambaran kerusakan yang dialami. Oleh sebab itu tim BPBD Kabupaten TTS sementara turun untuk melakukan pendataan secara terperinci.

Dari hasil pendataan yang dilakukan BPBD diketahui jika data yang dikirimkan pihak kecamatan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Dirinya mencontohkan di Desa Nuapin, sesuai data kecamatan diketahui 6 rumah rusak berat akibat banjir dan langsor, namun saat dilakukan uji lapangan ternyata hanya 1 rumah yang mengalami kerusakan berat akibat longsor dan diarahkan untuk direlokasi.

" Dari Kecamatan ini hanya kirim data jumlah rumah yang rusak ada berapa, tapi tidak terperinci sampai data nama, alamat dan ditail kerusakannya. Inilah yang diminta Propinsi untuk kita lengkapi. Seteleh kita turun lapangan, ternyata data dari kecamatan tersebut juga masih banyak yang salah dan terkesan asal-asalan. Oleh sebab itu saat ini BPBD turun lapangan mendata kembali by name, by addres dan rincian kerusakannya," ungkap Sipa kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (17/4/2021). 

Terkait kapan data tersebut akan dikirim ke Pemprov NTT, Sipa menargetkan pihaknya akan mengirimkan data tersebut pada Senin mendatang.

" Dari Pemprov NTT memberikan kita form pengisiannya jadi kita sementara isi. Kita targetkan Senin mendatang kita akan kirim data tersebut ke Propinsi," target pria yang juga menjabat asisten II Setda TTS. 

Baca juga: Hati-Hati, Daerah di NTT Diprediksi Hujan Ringan Disertai Petir dan Angin Kencang Hari Ini, Info

Diberitakan sebelumnya, Felpina Muskanan (49) pengungsi banjir Bena, Kecamatan Amanuban, Kabupaten TTS yang merupakan pengungsi banjir Bena, meninggal dunia di Posko pengungsian kantor Desa Bena, Sabtu (10/4/2021). Felpina meninggal dunia usai 7 hari menempati posko pengungsian.

Baca juga: Sudah 25 Pasien Covid-19 di Sumba Timur yang Meninggal Dunia, Ini Data Terbaru, Info

Yakob Pitay suami korban menceritakan, karena adanya banjir di dusun Toinunu, ia bersama korban dan anak-anak mengungsi ke Posko pengungsian pada Minggu (4/4/2021). Korban dikatakan Yakob sudah dua tahun terakhir menderita penyakit stroke. Akibat penyakit stroke, korban sehari-hari hanya terbaring ditempat tidur. 

Saat tiba di Posko pengungsian, korban sempat didata oleh petugas medis. Namun selama berada di Posko korban tidak pernah mendapat perawatan medis atau diberikan obat.(Din)

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa

Juru bicara Pemda TTS terkait penanganan bencana, Edison Sipa(POS KUPANG/dion)

 
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved