Resmikan Kampung Tangguh di Wuring, Bupati Sikka : Warga Tetap Kerja dan Ikuti Protokol Kesehatan
jajarannya berupaya menurunkan keterpaparan virus corona dengan membangun kampung tangguh dan ternyata berhasil.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Resmikan Kampung Tangguh di Wuring, Bupati Sikka Ingatkan Warga Tetap Kerja dan Ikuti Protokol Kesehatan
POS-KUPANG.COM | MAUMERE--Satu lagi Kampung Tangguh yang merupakan program Polres Sikka di masa pandemi Covid-19 lahir dan diresmikan oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si.
Kampung Tangguh yang hadir di Nian Tanah Sikka berada di Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat.
Di mana kehadiran kampung ini diresmikan oleh Bupati Sikka dengan pemukulan gong di depan warga Wuring, Rabu 14 April 2021 siang di Aula Kantur Lurah Wuring.
Bupati Sikka dalam sambutan berbicara tentang Kampung /Tangguh mantan Kapolda Jawa Timur bersama jajarannya berupaya menurunkan keterpaparan virus corona dengan membangun kampung tangguh dan ternyata berhasil.
Menurut Bupati Sikka, dengan diresmikan kampung tangguh dimaksudkan masyarakat Kabupaten Sikka khusus warga Kelurahan Wuring tetap melaksanakan aktifitas setiap hari seperti biasa.
Baca juga: Bencana Badai Siklon Seroja, Bupati Sikka Kirim Tenaga Medis dan Drop Bantuan
Baca juga: Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo Imbau dan Ajak Warganya Peduli Bencana Alam
Di masa pandemi Covid-19, lanjut Bupati Sikka, petani tetap produksi, petani tetap menanam dan nelayan tetap melaut sehingga ekonomi stabil.
"Semua orang tetap bekerja dan tetap mengikuti protokol kesehatan (Prokes)," kata Bupati Sikka.
Camat Alok Barat, Fransiskus Mangge, ST dalam sambutan mengatakan, kalau konsep pembentukan kampung tangguh di Kelurahan Wuring adalah gerakan sosial yang melibatkan seluruh warga masyarakat dalam rangka menekan meluasnya pandemi Covid-19 yang napasnya adalah gotong-royong.
"Seiring berjalannya waktu konsep pembentukan kampung tangguh untuk menekan Covid-19. Selain menekan Covid-19 masalah lain yang terjadi dimasyarakat seperti masalah sosial, kesehatan dan kriminalitas," paparnya.
Menurut Camat Mangge, ada tiga konsep pembentukan kampung tangguh di Kelurahan Wuring yakni pertama, manfaatkan gerakan sosial berbasis gotong-royong.
Kedua di tingkat RT/RW mudah melakukan koordinasi sehingga mengatasi dan mencegah masalah yang terjadi dimasing-masing wilayah.
Baca juga: Bupati Sikka, Robby Idong Antar Bantuan Sembako dan Obat ke Pulau Sukun
Baca juga: Testimoni Gemar Membaca GM Pelindo Maumere Bangkitkan Motivasi Pelajar di Kabupaten Sikka
Ketiga, membangun gerakan berjejaring ketika ada masalah sehingga bisa ditangani secara cepat.
Sementara itu, Lurah Wuring, Gregorius Gate, SE dalam laporannya mengatakan, pembentukan kampung tangguh ini untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi Covid-19 dan penyakit lainnya.
Terkait permasalahan penanganan Covid-19 di Kelurahan Wuring, lanjut Lurah Gregorius, masih terdapat warga masyarakat yang melakukan kegiatan keramaian yang yang tidak mengindahkan prokes.
"Upaya yang sudah dilakukan di Kelurahan Wuring yakni sudah dilakukan pendataan yang melakukan perjalanan serta berkoordinasi hal yang terkait penanganan Covid-19." ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)