Ramadan 2021

RENUNGAN RAMADHAN DAHSYATNYA SILATURRAHIM

RENUNGAN RAMADHAN DAHSYATNYA SILATURRAHIM, Simak baik-baik ya Tribunners, by the way sudah siap menu berbuka hari ini?

Editor: maria anitoda
istimewa
RENUNGAN RAMADHAN DAHSYATNYA SILATURRAHIM 

POS-KUPANG.COM - RENUNGAN RAMADHAN DAHSYATNYA SILATURRAHIM

Islam tidak membedakan manusia berdasarkan warna kulit, ras, suku dan golongan karena manusia yang paling mulia adalah manusia yang paling bertaqwa.

Namun, persaudaraan yang terjadi kerapkali tercabik akibat perbedaan pandangan atau pendapat.

Disinilah setiap manusia dituntut untuk dapat menyambung kembali perbedaan, perpecahan, perselihan atau hubungan persaudaraan yang putus.

Silaturrahim atau silah ukhuwah merupakan ibadah yang sangat mulia, mudah dan membawa berkah.

Silaturrahim adalah ibadah muamallah demi sesama, tanpa sekat agama dan status sosial.

Islam memerintahkan umatnya untuk memperbanyak silaturrahim dengan siapapun dan dimanapun.

Sebab dalam keseharian, setiap individu tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain. 

Silaturrahim ibarat investasi intangible yaitu investasi yang tidak berwujud fisik namun bersifat dawam atau kekal.

Disebut demikian karena silaturrahim merupakan investasi yang berjalan terus menerus tanpa batas. Silaturrahim bisa melampaui apapun seperti halnya doa mustajab. 

Jika bukan kita yang merasakan manfaatnya, maka orang lain yang merasakan.

Jika bukan orang lain yang merasakan, kelak keturunan kita yang akan merasakan.

Maka, silaturrahim menjadi investasi yang membantu manusia di hari akhir. Dari ‘Aisyah RA berkata, Rasululah SAW bersabda, “Silaturrahim itu tergantung di ‘Arsy (singgasana Allah SWT) seraya berkata: “Barangsiapa yang menyambungku, maka Allah SWT akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutusku maka Allah SWT akan memutuskan hubungan dengannya.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Hadist tersebut menerangkan bahwa balasan yang akan diterima seorang hamba adalah sesuai dengan apa yang diperbuatnya di dunia.

Dan ketika Allah SWT sudah memutuskan hubungan dengannya, bermakna Allah SWT tidak akan peduli lagi dengannya serta dijauhkan dari rahmatNya yang maha luas. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved