Ramadan 2021
Mengenal Masjid di Desa Amakaka Kabupaten Lembata, Tempat Jokowi Sholat Jumat
Nama masjid Babul Janah di desa Amakaka, kecamatan Ile Ape kabupaten Lembata mulai dikenal banyak orang us
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM | KUPANG- Nama masjid Babul Janah di desa Amakaka, kecamatan Ile Ape kabupaten Lembata mulai dikenal banyak orang usai presiden Joko Widodo melaksanakan ibadah sholat Jumat-nya di majsid tersebut, saat meninjau lokasi banjir bandang di wilayah tersebut, Jumat 9 April 2021 lalu.
Masjid ini terletak di jalan Trans Ile Ape, Lembat dan berdampingan dengan rumah warga dan pada bagian belakang langsung berbatasan dengan laut diteluk Lewotolok.
Informasi yang dihimpun, menyebutkan Masjid Babul Jannah dibangun pada tahun 1995. Masjid Babul Janah merupakan kategori Masjid Umum dengan luas bangunan 297 m² dan status tanah Wakaf.
Jumlah Jamaah pun tidak banyak, hanya 100 - 150 orang, jumlah muazin 2 orang, jumlah remaja 15 orang dan Jumlah Khotib 2 orang .
Layaknya masjid-masjid lainnya, Masjid Babul Janah selalu ramai apabila waktu sholat tiba, apa lagi menjelang hari raya idul Fitri maupun idul adha, kapasitas masjid nyaris tak menampung semua umat.
Proses pembangunan masjid ini terbilang cukup unik, pasalnya, panitia pembangunan merupakan warga desa Amakaka beragama Katolik. Di desa Amakaka, ikatan perkawinan berbeda agama telah berbaur menjadi suatu ikatan kekeluargaan yang harmonis.
Tahun 1995 masjid bergaya sederhana tapi mewah itu, mulai di bangun dengan ketua panitianya bernama Thomas Tuto Langoday, tokoh masyarakat yang cukup disegani kala itu.
Thomas di dampingi sekretaris panitia Krens Witak Ladopurap dan bendahara adalah Karel Kaba Ladopurap. Pembangunan ini juga saat masa kepemimpinan kepala desa Amakaka Bernardus Hena Ladopurap.
Masjid ini diresmikan Sarwono Kusumaatmaja saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Dalam penuturan di desa Amakaka, Sarwono sempat menitikkan air mata.
"Dia Kaget karena baru tahu panitia pembangunan masjid kebanyakan keluarga dari umat Katolik. Pancasila sesungguhnya sudah lama lahir dan tumbuh di Amakaka Lewotolok," sambung Sahidin, salah seorang umat di masjid Babul Janah.
Masjid ini juga di bangun oleh salah seorang Diaspora desa Amakaka, Sulaeman L Hamzah, kini anggota DPR RI Dapil Papua.
Selain Sulaeman, para diaspora lainnya yang turut memberi kontribusi melengkapi indahnya masjid dengan sebuah menara setinggi hampir 15 meter itu.
Tahun ini, renacananya, masjid ini akan direnovasi dengan anggaran pemerintah pusat melalui kementrian agama. Namun, rencana tersebut kini harus tertahan, menyusul berbagai peristiwa bencana beruntun menghantam desa Amakaka.
Masjid ini juga dikenal dengan grup Qasidahnya yang sering menyabet juara tingakat kecamatan maupun kabupaten di era awal tahun 2000 an.
Meski demikian, saat ini, masjid Babul Janah sedang dirundung duka. Pasalnya, imam masjid setempat hingga kini belum ditemukan pasca banjir bandang menerjang wilayah Amakaka. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)
