Tokoh Agama Harapkan Bantuan Diberikan ke Korban Bencana Tanpa Perbedaan

Pasca banjir bandang Benenain di Malaka, bantuan sosial dari berbagai elemen berdatangan

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Bupati Malaka terpilih Simon Nahak saat bertatap muka dengan para korban bencana di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan , Selasa (13/4/2021) 

POS-KUPANG.COM | BETUN---Pasca banjir bandang Benenain di Malaka, bantuan sosial dari berbagai elemen berdatangan. Terhadap bantuan yang ada, tokoh agama di Malaka berharap dalam pembagian tanpa membedakan satu dengan yang lain.

Bantuan yang disalurkan tanpa membeda-bedakan pemeluk agama satu dengan yang lain. Semua bantuan harus diterima secara adil dan merata.

Hal ini disampaikan Pastor Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan, Romo Yosep Meak, PR dalam sambutannya saat menerima Bupati Terpilih Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan rombongannya yang melakukan pelayanan kesehatan dan penyaluran obat-obatan yang didonasi manajemen Rumah Sakit (RS) Siloam Jakarta di Pastoran Gereja Bolan, Selasa (13/4/2021).

Romo Yosep mengatakan bencana yang terjadi saat ini sangat memprihatinkan. Akan tetapi, warga korban banjir tidak sendirian.

Baca juga: Pegadaian Area Ende Peduli Adonara

Baca juga: Paguyuban Jawa di Sumba Timur Bantu Korban Bencana

Dalam situasi seperti ini, kata Romo Yosep Meak warga korban bencana dikuatkan dengan kasih Tuhan lewat saluran bantuan yang didonasi berbagai pihak.

"Sudah beberapa hari ini Gereja Paroki Bolan menyalurkan bantuan kepada korban banjir. Saat ini, tim dokter dari RS Siloam Jakarta datang untuk memberi pelayanan dan bantuan obat-obatan. Kami tidak sendirian di tengah situasi yang sulit," jelas Romo Yosep.

Dirinya menegaskan bahwa saat inipun para pastor di Paroki Bolan juga sementara turun ke lokasi untuk memantau kondisi bencana dan melakukan pendataan.

Baca juga: Peringati Hardiknas, SMA Se-Kabupaten Ngada Akan Gelar Aneka Perlombaan

Baca juga: 72 Siswa MAN Nagekeo Sudah Mengikuti UAM

Anggota DPRD Kabupaten Malaka asal Fraksi Golkar, Maria Fatima Seuk Kain mengatakan tim medis RS Jakarta turut merasakan penderitaan masyarakat di Kabupaten Malaka.

"Kami bangga Bupati Terpilih Malaka berjalan dari dusun ke dusun, dari desa ke desa untuk menemui warga korban banjir. Tanpa membeda-bedakan warga yang ditemui, Doktor Simon menyapa dalam bahasa budaya setempat dan memberi bantuan," kata Maria.

Dikatakannya, saat ini tidak ada lagi perbedaan. Masalah bencana menjadi urusan bersama. Bupati Terpilih Malaka sudah menunjukkan sikap tersebut sehingga semua elemen masyarakat dan pemerintah perlu bahu-membahu, bekerja sama untuk mengatasi masalah bencana banjir.

"Sekarang, saatnya pemerintah dan Dewan Malaka berpikir untuk menentukan rencana kegiatan jangka panjang untuk menanggulangi bencana banjir," kata Maria.

Bupati Terpilih Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH dalam sambutannya sesaat sebelum menyerahkan bantuan obat-obatan secara simbolis mengatakan warga Kabupaten Malaka sementara tertimpa bencana banjir. Warga Malaka yang berada di mana saja, akan ditemui untuk diketahui kondisinya.

"Memang, saya belum dilantik. Tapi, saya ikut mereka karena keluarga saya. Saya tidak lepas karena saya lihat mereka cukup menderita," katanya.

Ditegaskan Simon, pelayanan tidak boleh membedakan warga satu sama lain. Bencana itu urusan kemanusiaan sehingga siapa saja yang datang harus dilayani dengan baik.

"Warga yang sakit butuh banyak perhatian. Untuk itu, komunikasi sangat penting dibutuhkan agar pekerjaan bisa dilaksanakan sesuai rencana dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkas Simon.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Berita-berita Malaka

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved