Dianggap Lemah Urus Kemendikbud, Sosok Ini Blak-Blakan Minta Presiden Jokowi Copot Nadiem Makarim
Di tengah wacana reshuffle kabinet, sosok ini secara blak-blakan minta agar Presiden Jokowi segera mencopot Nadiem Makarim dari jabatannya.
POS-KUPANG.COM - Di tengah wacana reshuffle kabinet, sosok ini secara blak-blakan minta agar Presiden Jokowi segera mencopot Nadiem Makarim dari jabatannya.
Ada pun figur yang meminta Nadiem Makarim, adalah Ujang Komarudin, Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta.
Secara khusus, Ujang Komarudin menyoroti kinerja Nadiem Makarim selama memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia itu.
Ujang Komarudin berpendapat, figur yang paling cocok menggantikan Nadiem Makarim, adalah Bambang Brodjonegoro.
Bambang merupakan sosok akademisi yang juga telah berpengalaman di dunia dunia birokrasi, bahkan selama beberapa tahun terakhir, berada di dekat Presiden Jokowi.
Ujang Komarudin mengemukakan hal tersebut menyusul isu reshuffle yang kini sedang berhembus pasca DPR RI menyetujui penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).
Menurut Ujang, setelah DPR RI menyetujui usulan pemerintah tentang peleburan dua kementerian itu, maka perombakan kabinet merupakan hal strategis yang tentunya akan segera dilakukan Presiden Jokowi.
"Jika peleburan (Kemenristek ke Kemendikbud) dan pembentukan Kementerian Investasi telah disetujui oleh DPR, maka reshuffle itu hanya soal menunggu waktu saja," ujar Ujang, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu 10 April 2021.
Baca juga: KABAR GEMBIRA! Mendikbud Nadiem Makarim Kembali Berikan Bantuan Kuota Internet, Dimulai Bulan Maret
Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim Tantang Mahasiswa Mengajar di SD Terpencil, Kamu Berani? Simak Syaratnya
Dia kemudian mengatakan, bila reshuffle kabinet nantinya dilakukan, maka Presiden Jokowi patut mempertimbangkan pergantian Mendikbud Nadiem Makarim.
Selain itu, Ujang Komarudin yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu menyebut beberapa nama yang nantinya memimpin kementerian baru.
Dikatakannya, Nadiem Makarim yang kini menjabat sebagai Mendikbud, layak menjadi kandidat menteri yang pantas direshuffle.
"Soal siapa yang akan menjadi menterinya dari hasil peleburan dua kementerian tersebut, tentunya tergantung Jokowi."
"Namun Nadiem layak diganti, karena banyak kebijakannya yang tak jelas dan kontroversial," ungkap Ujang.
Dia lantas menyebut sosok Bambang Brodjonegoro yang saat ini menjabat Kemenristek/Kepala BRIN cocok mengemban jabatan Mendikbud menggantikan Nadiem.
"Bambang juga cocok karena dia berangkat dari akademisi. Namun semua tergantung Jokowi, karena bisa juga menterinya sosok lain," tambahnya.

Pengusaha Sambut Baik Pembentukan Kementerian Investasi
Para pengusaha juga menyambut baik akan hadirnya Kementerian Investasi di dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin.
Hal itu diungkapkan oleh Direksi PT Trinity Healtcare (THC) dan Kuasa Direksi PT Zebra Nusantara Tbk, Rudy Tanoesoedibjo.
Menurut Rudy, pembentukan Kementerian Investasi perlu dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat agar mau berinvestasi.
Baca juga: Nadiem Makarim Keluarkan Keputusan Tak Ada UN, Ujian Sekolah dan Ujian Kesetaraan di Tahun 2021
Baca juga: Wapres Maruf Amin Tak Tinggal Diam Siswi Dipaksa Berjilbab, Nadiem Makarim Bereaksi! Di Mata Najwa
"Bagus sekali ada Kementerian Investasi, tapi seiring itu juga perlu diadakan edukasi yang benar ke masyarakat."
"Supaya orang berinvestasi karena percaya, dia tahu perusahaan itu akan berkembang, bukan karena spekulatif," kata Rudy Tanoesoedibjo kepada Tribunnews.com, Jumat 9 April 2021.
Menurutnya, edukasi tersebut sangat penting karena saat THC mengakusisi saham Zebra Nusantara, terdapat komentar negatif dari para pelaku pasar modal.
"Misalnya begini, kami sudah melakukan keterbukaan informasi tapi komentar di sosial media, seolah-olah saham Zebra digoreng, masa equitas negatif harga (sahamnya) sekian," tuturnya.
Dengan adanya edukasi ke masyarakat, maka ke depan investor saham dapat benar-benar mengerti perusahaan atau emiten yang dibelinya di pasar modal.
"Orang berinvestasi itu karena dia percaya, dia tahu bahwa perusahaan itu akan berkembang, bukan karena hal spekulatif," ucap Rudy.
"Jadi Kementerian Investasi baik sekali. Jangan sampai orang masuk pasar modal, beli saham karena ikutan, tapi karena dia tahu apa yang dia beli," sambungnya.

DPR Setujui Pembentukan Kementerian Baru
Sebelumnya diberitakan, rapat Paripurna DPR RI yang digelar pada Jumat 9 April 2021 menghasilkan persetujuan terkait penggabungan kementerian dan pembentukan kementerian baru.
Adapun penggabungan kementerian itu merujuk kepada penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara pembentukan kementerian baru merujuk kepada Kementerian Investasi.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, keputusan pemberian persetujuan terhadap rencana pemerintah menggabungkan kementerian dan membuat kementerian baru telah diberikan.
Hal itu tertuang dalam Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian.
"Persetujuan fraksi-fraksi terhadap pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian, sesuai pasal 19 ayat 1 UU 39/2008 yang menyatakan bahwa pengubahan sebagai akibat pemisahan atau penggabungan kementerian dilakukan dengan pertimbangan DPR," ujar Dasco, di Ruang Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 9 April 2021.
Dasco lantas mengatakan, surat yang telah diterima DPR itu kemudian dibahas dalam Rapat Konsultasi pengganti Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR, pada Kamis 8 April 2021.
Baca juga: Politisi PDIP Singgung Reshuffle Kabinet, Bambang Brodjonegoro Langsung Pamit dari Kursi Menristek
Baca juga: VIDEO: Menteri Bappenas RI, Bambang Brodjonegoro Lakukan Hal Ini di Di Labuan Bajo, NTT
"Sesuai hasil rapat konsultasi pengganti rapat Bamus 8 April 2021 yang telah membahas dan menyepakati:
a. Penggabungan sebagian tugas dan fungsi Kemenristek ke Kemendikbud sehingga menjadi Kemendikbud dan Ristek;
b. Pembentukan Kementerian Investasi untuk meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan," kata Dasco.
Setelahnya, politikus Gerindra itu menanyakan persetujuan dari para anggota dewan terhadap keputusan penggabungan dan pembentukan kementerian ini.
"Apakah hasil keputusan rapat Bamus pengganti rapat konsultasi terhadap pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian dapat disetujui?" tanya Dasco.
"Setuju," timpal anggota dewan lainnya. (Tribunnews.com/Maliana/Vincentius Jyestha/Seno Tri Sulistiyono)
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sosok Nadiem Makarim Dinilai Layak Direshuffle setelah Penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek