Bencana Alam NTT

Warga Tertimpa Bencana, Ada Oknum ASN dan Tenaga Kontrak Daerah di Malaka Malah Tertidur Pulas 

ASN ditambah Teda di lingkup Pemda Malaka semuanya berjumlah 5.000 orang namun pada saat apel tidak mencapai 500 orang.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Warga Tertimpa Bencana, Ada Oknum ASN dan Tenaga Kontrak Daerah di Malaka Malah Tertidur Pulas 
POS KUPANG.COM/EDY HAYONG
Penjabat Bupati Malaka, Viktor Manek saat memimpin apel bersama di lapangan bola kaki Betun, Senin 12 April 2021.

Warga Tertimpa Bencana, Ada Oknum ASN dan Tenaga Kontrak Daerah di Malaka Malah Tertidur Pulas 

POS-KUPANG.COM I BETUN---Bencana alam banjir Benenai yang melanda wilayah Malaka memakan korban yang cukup besar terutama harta benda. Bahkan korban terjebak banjir bandang sehingga terpaksa dievakuasi.

Namun yang menyedihkan dimana jajaran TNI-Polri berjibaku gotong royong membantu mengevakuasi  masyarakat yang tertimpa bencana, beberapa oknum  Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Malaka dan tenaga kontrak Daerah (Teda) malah tidur nyenyak bermimpi indah tanpa kepedulian terhadap korban bencana banjir.

Pernyataan bernada kritikan ini disampaikan Penjabat Bupati Malaka, Viktor Manek saat memimpin Apel bersama Forkompimda,  Persiapan pendataan  korban banjir di lapangan umum Betun, Senin 12 April 2021.

Viktor sangat kecewa karena ASN ditambah Teda di lingkup Pemda Malaka semuanya berjumlah 5.000 orang namun pada saat apel tidak mencapai 500 orang.

Baca juga: Sudah 927 Paket Sembako Dibagikan Polri untuk Korban Banjir Benenai Kabupaten Malaka

Dirinya salut dengan jajaran TNI-Polri yang berjibaku dan bergotong royong membantu mengevakuasi  masyarakat yang tertimpa bencana. 

Namun, beberapa oknum  Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Malaka dan tenaga kontrak Daerah (Teda)  tidur nyenyak bermimpi indah tanpa kepedulian terhadap korban bencana banjir.

"Sebuah ironi yang luar biasa. Tetapi kalau komentar di media sosial luar biasa," tegas Viktor.

Dikatakan  Viktor Manek  apel bersama ini bertujuan untuk mengerahkan semua ASN guna mendata korban banjir 4 april lalu guna mendapatkan  kesesuaian data tentang nama dan alamat (by name and by address).  

"Kita akan kerahkan semua ASN ke desa- desa guna mendata kerusakan rumah  yang rusak ringan dan rusak sedang,  lahan pertanian yang hancur, ternak masyarakat yang hilang, Sampan nelayan , bahkan tambak yang hancur akibat di terjang banjir," katanya.

Baca juga: Ketua Satgas BUMN Peduli Bencana NTT Temui Korban Banjir di Besikama Kabupaten Malaka

Kadis PMD NTT ini menambahkan, semua itu diindetifikasi supaya diusulkan ke pemerintah Pusat dan pemerintah provinsi  guna mendapatkan bantuan. 

"Hasil rapat hari Sabtu kemarin (10/4, Red) di Kupang ada biaya sewa tunggu semacam uang kos-kosan untuk para korban bencana banjir  yaitu Rp 500.000- perbulan/KK.

 "Untuk  yang rumahnya mengalami rusak berat , mendapatkan santunan sebesar 50 juta , rusak sedang Rp 25 juta , rusak ringan Rp 10 juta," pungkas Viktor Manek.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved