Breaking News:

Salam Pos Kupang

Menggugah Nilai Kemanusiaan

BENCANA Siklon Tropis Seroja tanggal 4 - 5 April 2021 benar-benar datang seperti 'pencuri' tak diduga

Menggugah Nilai Kemanusiaan
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS KUPANG.COM - BENCANA Siklon Tropis Seroja tanggal 4 - 5 April 2021 benar-benar datang seperti 'pencuri' tak diduga. Ratusan nyawa menjadi korban. Ribuan lebih rumah termasuk lahan pertanian, perkebunan warga, rusak berat, rusak sedang, rusak ringan bahkan harta benda pun melayang. Kerugian materiil, inmateriil yang dialami setiap orang tak terhitung jumlahnya.

Pasca bencana Siklon Tropis Seroja, setiap orang mengalami kesusahan dan kesulitan masing-masing. Namun yang pasti bahwa setiap orang menjadi korban dari bencana siklon tropis Seroja.

Kesulitan memperoleh bahan makanan, pakaian, selimut, pembalut, bahan bakar seperti minyak tanah, bensin, solar. Hingga kesulitan mendapatkan bahan bangunan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak.

Miris, karena di tengah pemulihan pasca bencana ini, masih saja ada oknum pengusaha yang memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya.

Baca juga: WAJIB Anda Tahu, Adab dan Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan 

Baca juga: Bencanakah Kemanusiaan Kita?

Sebut saja harga bensin eceran dari yang biasanya Rp 9.000 hingga Rp 10.000 perbotol, naik menjadi Rp 15.000 per botol. Bahkan di Lembata, harga bensin eceran naik menjadi Rp 25.000 perbotol.

Tak hanya itu, bahan bangunan pun mengalami kenaikan harga hingga 100 persen. Sebut saja paku payung Rp Rp. 27.000/kg kini menjadi Rp. 45.000/kg; seng 0,20 gajah duduk yang biasanya hanya Rp. 53.000/lembar kini menjadi Rp. 68.000/lembar
Seng 0,30 calisco Rp. 70.000 menjadi Rp. 90.000/lembar, triplex 6 mm harga normal Rp. 78.000/lembar menjadi Rp. 100.000/lembar. Belum lagi papan, kayu balok dan bahan bangunan lainnya.

Pengusaha yang melakukan tindakan tersebut boleh dibilang tak memiliki nilai kemanuisaan, keprihatinan dan toleransi terhadap sesama yang mengalami bencana. Seenaknya saja menaikan harga. Ini adalah perilaku tindak terpuji.

Baca juga: Pelatih Mutiara Hitam Jacksen Tiago Bocorkan 2 PemainAsing Gabung Persipura Pernah Main diIndonesia

Baca juga: Jadwal Imsak, Subuh, Terbit, Duha, Zuhur, Asr, Magrib, Isya Kota Solo 1-30 Ramadan 2021, Catat Ya

Dan kondisi itu sempat berlangsung berhari-hari sebelum kemudian ditertibkan polisi. Paling tidak saat ini ada 3 pengusaha toko bangunan di Kelurahan Oebobo, Maulafa dan Kuanino di Kota Kupang sudah diamankan.

Ke depan, penertiban demikian mestinya tidak saja dilakukan oleh polisi tapi juga oleh dinas terkait lainnya seperti disperindag dan Pol PP. Pemerintah kota/kabupaten.

Polisi pun mestinya ditempatkan di SPBU agar bisa mengontrol penjualan bahan bakar kepada masyarakat yang membeli dengan menggunakan jeriken-jeriken.

Operasi pasar dan operasi penertiban mesti dilakukan tidak saja di SPBU tapi juga di pasar-pasar tradisional dan pertokoan. Pasalnya bukan tidak mungkin, kenaikan harga juga akan terjadi pada sembilan bahan pokok makanan atau sembako dan bahan kebutuhan hidup lainnya.

Bencana Seroja mestinya mengajarkan hal positif bagi setiap kita, yakni rasa bersyukur, antisipasi, gotong royong dan meningkatkan nilai kemanusiaan dalam diri, bukan malah saling mengambil keuntungan satu sama lainnya atau merusak kehidupan dan kemanusiaan. (*)

Kumpulan Salam Pos Kupang

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved