Ramadan 2021

Waktu Ceramah Dalam Bulan Puasa Ramadan 2021 Dibatasi, Diatur Kemenag Dalam SE

"Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran

Editor: Hermina Pello
pixabay.com/ Moh.Hasan
Waktu Ceramah Dalam Bulan Puasa 2021 Dibatasi Diatur Kemenag Dalam SE 

POS-KUPANG.COM - Dalam bulan Ramadan 2021 ini, Kementerian Agama (Kemenag) memberikan batasan waktu untuk  Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh,

Batasan waktu untuk pengajian selama Ramadan 2021 ini diatur dalam surat edaeran (SE) nomor 3 tahun 2021 tentang  panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 ini ditandatangani oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Senin (5/4/2021).

"Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19," jelas Gus Menteri di Jakarta, dikutip dari laman Kementerian Agama, Senin.

"Surat Edaran ini melingkupi berbagai kegiatan ibadah yang disyariatkan dalam bulan Ramadhan dan dilakukan bersama-sama atau melibatkan banyak orang," jelasnya.

Berikut ini panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H yang Tribunnews.com rangkum:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadhan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama.

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

Baca juga: Ramadan Hampir Tiba, Aston Hotel Kupang Beri Promo PSBB

Baca juga: Inilah Kumpulan Ucapan Selamat hingga Permohonan Maaf Khusus di Bulan Suci Ramadan 2021

3. Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

4. Pengurus masjid atau musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing.

b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid atau musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

5. Pengurus dan pengelola masjid atau musala wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid atau musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing.

6. Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved