Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Jumat 9 April 2021: IA HADIR DALAM KESEHARIAN

Bagian penutup injilnya, Yohanes rupanya memaparkan bahwa semua kisah yang mengejutkan, menggairahkan, mengagumkan, dan tragis telah lewat.

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Jumat 9 April 2021: IA HADIR DALAM KESEHARIAN (Yohanes 21:1-14)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Bagian penutup injilnya, Yohanes rupanya memaparkan bahwa semua kisah yang mengejutkan, menggairahkan, mengagumkan, dan tragis telah lewat. Para murid kembali ke kehidupan sehari-hari yang biasa. Sebagai nelayan, mereka menjalani aktivitasnya di pantai danau Tiberias.

Suatu malam Simon Petrus diikuti beberapa murid yang lain pergi menangkap ikan. Hasil yang mereka peroleh nihil. Seekor ikan pun tidak! Mungkin mereka lagi tidak beruntung. Itu pengalaman konkrit biasa yang sering mereka alami.

Ketika fajar menyingsing, atas suruhan seseorang yang tidak dikenal, mereka menebarkan jala di sebelah kanan. Hasilnya luar biasa. Jala mereka penuh dengan banyak ikan. Rezeki nomplok. Ini mujizat, tapi nampak biasa dan sederhana.

Ternyata orang yang tak dikenal itu adalah Yesus. Ini kesaksian murid yang dikasihi, "Itu Tuhan" (Yoh 21:7). Yesus kemudian menunggu di pantai, menyiapkan sarapan bagi mereka yang lapar dan lelah. Ia amat memperhatikan mereka.

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Jumat 9 April 2021: BERIMAN PADA TUHAN, MENUNGGU MOMENT?

Mengapa penginjil Yohanes memilih untuk menceritakan kisah yang biasa dan sederhana ini?

Kalau kita membaca kisah ini berulang-ulang, kita pasti yakin bahwa penginjil mengisahkan kepada kita mengenai kehadiran Yesus yang bangkit dalam kenyataan hidup sehari-hari kita. Penginjil ingin agar kita ingat bahwa Yesus menjumpai kita di mana pun kita berada. Dalam hidup kita sehari-hari, dalam pekerjaan, dalam persahabatan, dalam doa, kadang kala dalam kesepian, Yesus hadir, memanggil kita untuk berkembang, dalam iman dan dalam kasih.

Dulu Yesus pernah menjalani hidup yang biasa dan sederhana di Galilea, bersama Maria dan Yusuf, dan tetangga-tetangga mereka. Ia melakukan yang biasa-biasa. Ia menjalani hidup sederhana dalam keluarga. Ia pergi ke sinagoga dan berziarah dengan orang-orang sedesa.

Sesudah kebangkitan, kita pun kembali ke Galilea, dalam hidup yang biasa, rutin, sederhana, dalam kebersamaan, dan dalam kerja. Tapi kita tak kembali sendirian. Ada Yesus yang mengikuti kita, bahkan Ia sendiri telah berada di Galilea, lagi menunggu kita.

Saat kita berangkat kerja untuk mengais-ngais rezeki; kita bekerja sepanjang hari dan tidak menangkap apa pun, sesen pun tidak! Yesus hadir dan menyuruh "tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu" (Yoh 21:6).

Saat kita tiba di rumah, Yesus sudah menunggu kita dengan api arang dan di atasnya ada ikan dan roti; Ia telah menyiapkan sarapan dan berkata lembut kepada kita, "Marilah dan sarapanlah".

Jadi, kita ingat bahwa Yesus pun amat memperhatikan kita. Semuanya akan tampak biasa dan sederhana, bahkan juga mujizat, kalau itu Ia lakukan buat kita. *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved