Breaking News:

Siap-siap China Jadi Amukan Seluruh Dunia Gegera Hal Ini, Ada Kaitan dengan Virus Corona, Apa?

Siap-siap China Jadi Amukan Seluruh Dunia Gegera Hal Ini, Ada Kaitan dengan Virus Corona, Apa?

Via Kontan.co.id
Siap-siap China Jadi Amukan Seluruh Dunia Gegera Hal Ini, Ada Kaitan dengan Virus Corona, Apa? 

POS-KUPANG.COM - Siap-siap China Jadi Amukan Seluruh Dunia Gegera Hal Ini, Ada Kaitan dengan Virus Corona, Apa?

Diketahui sebelumnya bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan studi gabungan ke China.

 Hal itu dilakukan untuk mengetauhi asal muasal Covid-19 yang kini menjadi pandemi dunia.

Baca juga: Perang Besar Bisa Dimulai, Kapal Perang China dan AS Adu Kuat di Laut China Selatan, RI Berdampak

Baca juga: Ketegangan Tingkat Tinggi, Kapal Induk AS Masuk Laut China Selatan Saat Kapal Induk China Latihan

Baca juga: Bukan Saja di Laut China Selatan, Perang Juga Bisa Berkobar di Eropa , Ini Penyebabnya

Namun, studi tersebut tidak memberikan jawaban yang kredibel tentang bagaimana pandemi dimulai

Sekelompok ilmuwan internasional mendesak pada hari Rabu, untuk dilakukan penyelidikan yang lebih ketat soal asal usul pandemi, dengan atau tanpa keterlibatan Beijing.

Melansir Reuters, studi bersama, yang dirilis minggu lalu, mengatakan rute penularan yang paling mungkin untuk SARS-CoV-2, melibatkan kelelawar dan satwa liar lainnya di China dan Asia Tenggara, kecuali mengesampingkan kemungkinan bocor dari laboratorium.

Dalam surat terbukanya, 24 ilmuwan dan peneliti dari Eropa, Amerika Serikat, Australia dan Jepang mengatakan hasil studi itu tercemar oleh politik.

"Titik awal mereka adalah, mari kita berkompromi sebanyak yang diperlukan untuk mendapatkan kerja sama minimal dari China," kata Jamie Metzl, rekan senior di wadah pemikir Dewan Atlantik, yang merancang surat itu, seperti yang dikutip Reuters.

 

Baca juga: Borok China Terbongkar, WHO Ungkap Kebohongan Beijing Soal Asal Usul Virus Corona Sebenarnya

Surat itu mengatakan kesimpulan studi itu didasarkan pada penelitian China yang tidak dipublikasikan, sementara catatan kritis dan sampel biologis "tetap tidak dapat diakses".

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanon Ghebreyesus mengatakan pada pekan lalu bahwa China telah menyembunyikan data.

Liang Wannian, pakar Covid-19 senior China, membantah hal ini.

Baca juga: Perang Besar Bisa Dimulai, Kapal Perang China dan AS Adu Kuat di Laut China Selatan, RI Berdampak

Baca juga: Bukan Saja di Laut China Selatan, Perang Juga Bisa Berkobar di Eropa , Ini Penyebabnya

Tampaknya, dia mengesampingkan penyelidikan bersama lebih lanjut di China, dengan mengatakan bahwa fokus harus dialihkan ke negara lain.

Metzl mengatakan dunia mungkin harus kembali ke Rencana B dan melakukan penyelidikan dengan cara yang paling sistematis tanpa keterlibatan China.

China telah menolak tuduhan bahwa SARS-CoV-2 bocor dari laboratorium penelitian di Wuhan, kota tempat Covid-19 pertama kali diidentifikasi.

Reuters memberitakan, studi gabungan China-WHO mengatakan kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin, dengan mengatakan "tidak ada catatan" bahwa laboratorium mana pun telah menyimpan virus terkait SARS-CoV-2.

Halaman
12
Editor: maria anitoda
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved