Bencana Alam NTT

Pasca Penetapan Status Darurat Bencana, Walikota Kupang Kembali Rapat Bersama Forkopimda,Simak Info

Pasca penetapan status darurat bencana secara resmi, Selasa (6/4), Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, bergerak cepat dan kembali memimpin rapat koordi

Penulis: Ray Rebon | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Ruas jalan di Oebufu Kota Kupang tertutup pohon tumbang.  

Bantuan yang diberikan berbentuk dana stimulan, bagi yang rumahnya rusak berat diberikan stimulan mencapai 50 juta, rusak sedang 25 juta dan rusak ringan sebesar 10 juta. 

Namun menurutnya, bantuan yang diberikan juga tergantung kondisi riil yang ditemui di lapangan, "besar stimulan juga tergantung kondisi kerusakan yang dinilai nantinya. Dinas PUPR yang bertugas untuk memverifikasi data apakah sesuai dengan kondisi di lapangan agar stimulan tepat sasaran," jelas Dody.

Menanggapi penjelasan Dody tersebut, Wali Kota menegaskan agar jajarannya segera menyiapkan data riil sesuai format yang diberikan BNPB dan menyambut baik pendampingan oleh BPKP yang nantinya membantu Pemda dalam pengadministrasian proses tanggap darurat ini khususnya dalam penyaluran bantuan. 

Untuk itu, Wali Kota menginstruksikan kepada Sekda dan jajaran Pemkot lainnya untuk segera membentuk posko tanggap darurat bencana badai siklon seroja tingkat Kota Kupang, yang bertempat di Aula Rumah Jabatan Sekda.

Usai rapat, ketika di wawancara tim Prokompim, Wali Kota mengaku kagum dan mengapresiasi semangat masyarakat Kota Kupang yang begitu luar biasa cepat dalam menyikapi bencana. 

"Saya terharu melihat spirit dan ketegaran warga Kota Kupang menghadapi bencana ini, yang langsung bangkit, hari pertama pasca badai, banyak warga yang bergotong-royong membantu proses evakuasi pohon-pohon tumbang, disana sini tampak warga yang giat membantu sesamanya, tetangganya memperbaiki seng-seng rumah yang hancur diterpa angin, aktivitas warga tampak cepat pulih seolah bencana ini tidak pernah terjadi. Kita bisa melihat semangat warga itu dan terus terang menginspirasi kita pemerintah untuk lebih giat untuk segera membenahi Kota Kupang," ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga mengimbau agar warga tetap tenang karena Pemkot saat ini tengah berupaya keras memulihkan kondisi ini. 

Ia berharap warga yang terkena dampak agar melaporkan diri ke RT, RW dan Lurah agar mempercepat proses pendataan. 

Baca juga: Menang Tipis PSS Sleman 1-0 Persebaya Surabaya: Duo Tim Anyar Lolos ke Perempat Final Piala Menpora

Terkait laporan adanya oknum pengusaha yang menaikkan harga bbm dan materil bahan bangunan yang cukup meresahkan masyarakat, Wali Kota berjanji jajarannya akan segera menindaklanjuti dan menertibkan secepatnya. 

Kemudian dalam rapat lanjutan yang dipimpin Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, Sekda kembali menegaskan apa yang telah diinstruksikan Wali Kota, terutama penyiapan data yang akurat dan pembentukan posko segera.

"kita segera menyiapkan data by name by address yang diperintah Bapak Wali Kota secepatnya, jangan ada warga yang terlewat, kita semua harus kawal. Para Camat pastikan pihak kelurahan mendata dengan benar. Bila perlu hari ini juga Bagian Tata Pemerintahan segera jemput bola, antar format ke Lurah-Lurah karena saat ini banyak Lurah yang mengalami kesulitan akses telekomunikasi," tegas Fahrensy. 

Sekda juga mengingatkan agar mendata fasilitas rumah ibadah, sekolah-sekolah, fasilitas kesehatan (puskesmas-puskesmas) serta sektor ekonomi yang mengalami kerusakan. 

Selain itu, Sekda juga meminta agar segera dibuatkan SK Satgas Tanggap Darurat Bencana Badaj Siklon Seroja. 

Kepada Asisten Administrasi Umum Sekda, Yanuar Dally, SH, M.Si, Sekda instruksikan untuk segera melakukan pembenahan di Kantor Wali Kota yang turut mengalami kerusakan akibat bencana badai seroja. 

Sementara itu, terkait laporan adanya penggelembungan harga materil bangunan dan bahan bakar minyak oleh oknum penjual, Sekda tegaskan kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perindag untuk segera tindaklanjuti dan laporkan hasilnya sesuai instruksi Wali Kota.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved