Airlangga : Duka Mendalam Bencana Alam NTT dan NTB 

kader Partai Golkar di NTT membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di Adonara dan Lembata serta wilayah lainnya

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Rosalina Woso
Kompas.com
Airlangga Hartarto, Ketua Umum Golkar 

Airlangga : Duka Mendalam Bencana NTT dan NTB 

POS KUPANG.COM|JAKARTA--Ketua Umum DPP Partai Golkar yang  menjabat Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan duka yang mendalam  terhadap bencana  di Nusa Tenggara Timur (NTT ) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Airlang menginstruksikan seluruh kader Partai Golkar di NTT membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di Adonara dan Lembata serta wilayah lainnya. Instruksi yang sama juga untuk kader Golkar di NTB agar tergerak membantu korban bencana Bima.

Airlangga juga menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Instruksi itu disampaikan Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa 6 April 2021. Data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat, hingga Selasa 6 April 2021 pagi, jumlah korban meninggal sudah mencapai 86 jiwa di NTT dan dua jiwa di NTB. Sementara, lebih dari delapan ribu warga mengungsi akibat banjir bandang.

Baca juga: Airlangga Hartarto : Golkar dan PPP Miliki Kesamaan

Baca juga: Disembunyikan, Airlangga Hartarto Pernah Positif Covid-19, Ketahuan Saat Donor Plasma Konvalesen

 “Musibah ini adalah bencana besar. Meskipun melanda saudara kita di NTT dan NTB, tetapi penderitaannya juga bisa kita rasakan di seluruh negeri,” tutur Airlangga, Selasa 6 April 2021.

Dalam keterangan kepada Harian Pagi Pos Kupang dan Pos Kupang.Com, Selasa 6 April2021, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini berharap, pemerintah daerah terus memutakhirkan data warga terdampak bencana banjir yang disebabkan siklon tropis Seroja di NTT dan NTB.

Airlangga mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Indonesia bisa bergandengan tangan dengan pemerintah membantu percepatan pemulihan pascabencana di NTT dan NTB. Sebab, selain tengah menghadapi bencana banjir bandang, warga di sejumlah kabupaten di dua provinsi itu juga masih terhimpit dampak pandemi Covid-19.

“Semangat gotong-royong sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi yang serba tidak menyenangkan seperti ini agar penderitaan lekas berakhir. Saling menolong, tunjukkan empati, agar kondisi saudara kita di NTT dan NTB lekas pulih,” ujarnya.

Baca juga: Mendadak Donor Plasma Konvalesen Airlangga Hartarto Pernah Positif Covid-19,Kapan?Ini Peringatan IDI

Secara khusus, Airlangga menginstruksikan seluruh kader Golkar ikut mengambil peran percepatan pemulihan kondisi pascabencana. Mereka yang jadi pejabat publik bisa mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya, begitu juga kader-kader yang duduk di kursi legislatif. Kader Golkar di NTT dan NTB diimbau menjadi garda terdepan membantu pemerintah memulihkan kondisi di wilayahnya. 

Bagi Golkar, kata Airlangga, NTT dan NTB bukan hanya lumbung suara, tetapi saudara seperjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera. Ada sekitar 365.266 pemilih Golkar di wilayah NTT, sementara di NTB sebanyak 334.570 suara. 

“Kader Golkar di NTT dan NTB diharapkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan pasca bencana di sana,” ujar Airlangga.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) ini juga mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap menjaga disiplin protokol kesehatan. Kader Golkar harus berani memastikan penegakan disiplin protokol kesehatan di wilayahnya agar beban derita masyarakat terdampak tidak bertambah dengan kasus Covid-19. 

Baca juga: PSBB Total di Jakarta, Menko Airlangga Hartarto Langsung Salahkan Anies Baswedan Gara-gara Hal Ini

“Tetap jaga protokol kesehatan, pakai masker, pakai masker, jangan lengah, Covid-19 belum berakhir meskipun kondisi saudara di sana masih terpuruk,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterimanya, ada sejumlah tempat pengungsian yang membutuhkan uluran tangan masyarakat Indonesia. Yakni, di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 7.212 jiwa pengungsi, Lembata 958 jiwa, Rote Ndao ada 672 jiwa, Sumba Barat sebanyak 284 jiwa, dan Flores Timur sebanyak 256 jiwa. 

Sedangkan, jumlah orang yang diduga masih hilang sebanyak 72 orang. 

Di NTB, banjir menggenangi tujuh kecamatan dan 34 desa. Banjir membuat 27.808 jiwa terdampak dengan 23.759 jiwa mengungsi ke tempat lebih tinggi.(*/ Laporan Reporter POS-KUPANG.COM/Geradus Manyela)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved