Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Rabu 7 April 2021: TUHAN BERJALAN BERSAMA KITA

Dua murid Yesus memutuskan dan ambil langkah beranjak pulang ke kampung halamannya, Emaus.

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Rabu 7 April 2021: TUHAN BERJALAN BERSAMA KITA (Lukas 24:13-35)

Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Dua murid Yesus memutuskan dan ambil langkah beranjak pulang ke kampung halamannya, Emaus. Rasa sedih, kehilangan, kecewa, putus asa, menyelimuti diri mereka. Betapa tidak! Yesus, Sang Guru yang dikagumi dan mereka ikuti selama itu telah meninggal secara tragis.

Emaus terletak di sebelah barat Yerusalem. Berarti Kleopas dan temannya, kedua murid itu, berjalan ke arah matahari sedang terbenam. Sinar matahari pasti menyilaukan mata mereka. Diduga bahwa justru itulah alasannya, sehingga mereka tidak mengenal Yesus.

Emaus dan matahari terbenam merupakan sebuah alegori untuk menerangkan kesedihan dan kekecewaan mendalam yang sedang membenamkan pengharapan dan mimpi-mimpi kedua murid itu, sebagaimana terungkap dalam kata-kata mereka yang penuh penyesalan, "Kami telah mengharapkan bahwa Dia-lah yang akan menyelamatkan Israel".

Dengan begitu mereka tak bisa menyadari bahwa orang yang menyertai mereka dalam perjalanan adalah Tuhan mereka yang telah bangkit.

Namun bagaimana pun, murid Yesus semestinya berjalan ke arah matahari terbit dan bukan ke arah matahari terbenam. Pada waktu lampau kepada anak-anak Israel dikatakan bahwa mereka berjalan di padang belantara ke arah matahari terbit (Bil 21:11). Murid Yesus memang harus maju terus, bukan ke arah malam yang sedang datang, melainkan ke arah fajar yang sedang terbit.

Itulah sebabnya Yesus datang dan berjalan bersama mereka. Ia bercakap-cakap dengan mereka dan menolong mereka dengan menjelaskan kejadian-kejadian mengenai diri-Nya yang telah dikatakan dalam Kitab Suci; terlebih saat Yesus makan bersama mereka dan memecah-memecahkan roti, seperti yang terjadi pada perjamuan terakhir.

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Selasa 6 April 2021: MARI KITA KE GALILEA NTT

Dengan itu barulah mata mereka terbuka dan mengenali Yesus. Tujuannya jelas, agar hati mereka kembali berkobar-kobar dan berbalik arah ke matahari terbit. Efeknya memang langsung terlihat. Tak menunggu lama.

"Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita? Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu dan berkata, sesungguhnya Tuhan telah bangkit" (Luk 24:33-34).

Tak dapat disangkal bahwa terkadang kita bukannya berjalan ke arah fajar, tetapi ke arah matahari terbenam. Kadang-kadang kita merasa siang begitu singkat dan malam begitu panjang. Tak kita bayangkan tiba-tiba datang hujan dan badai menerjang dan meluluhlantakkan semua. Pengharapan seakan sirna dan dikuburkan.

Tapi satu hal harus disadari bahwa Tuhan tak membiarkan kita berjalan sendirian; Ia tak ingin kita berlangkah ke arah terbenam. Ia pasti hadir menjadi teman seperjalanan dan membuat hati kita kembali berkobar-kobar lagi.

Hanya kehadiran-Nya sering belum bisa disadari dan dikenali pada awalnya. Butuh proses, tahap demi tahap. Olehnya, biarkan Tuhan yang hadir menunjukkan diri-Nya dan membuat kita menyadari kenapa tadi "hati kita berkobar-kobar" (Luk 24:32). *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Akses artikel-artikel renungan harian katolik DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved