Breaking News:

Bencana Alam NTT

Pemuda Puor Meluwiting  Menyumbang Logistik  ke Posko Bencana Alam di Lewoleba

Pemuda Puor  Meluwiting  Menyumbang Logistik  ke Posko Bencana Alam di Lewolebabentuk belarasa dan keprihatinan yang tinggi atas b

ISTIMEWA.
Tim Gerakan Pemuda Puor Mewiting Peduli Bencana ketika mengantar logistik makanan ke Lewoleba, beberapa hari lalu. 

Pemuda Puor  Meluwiting  Menyumbang Logistik  ke Posko Bencana Alam di Lewoleba

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Sebagai bentuk belarasa dan keprihatinan yang tinggi atas banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata  mendorong para pemuda dan pemudi Desa Puor A dan Puor B, Kecamatan Wulandoni menyumbang logistik bahan makanan ke Posko Bencana Alam di Lewoleba, ibukota kabupaten itu.

Aksi spontanitas itu muncul ketika  informasi di media sosial santer menyebutkan bencana alam yag terjadi Minggu, 4 Maret 2021 dinihari. 

Koordinasi yang cepat antara pemuda kemudian disampaikan kepada Penjabat Kepala Desa Puor A, Mikael Labi Wuwur dan Kades Puor B,  Yoeph Kiwa Lamak serta Ketua Dewan Stasi Puor, Baltasar Baru Alior.  Melalui mimbar gereja hari Minggu itu informasi disampaikan kepada umat untuk memberi sumbangan berupa bahan makanan dan pakaian layak pakai.

Menurut Koordinator Gerakan Pemuda Puor Meluwiting, Bonevantura Paulus Prasong Liman, SKM, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa, 6 April 2021, menyebutkan, pada hari Senin, 5 April 2021, para pemuda mendatangi masyarakat untuk menjemput bantuan itu. 

Baca juga: Harga Melonjak Pasca Bencana, Gubernur Viktor Minta Satpol PP dan Polda NTT Sidak Toko Bangunan

Hasilnya, logistik berupa bahan makanan seperti pisang, ubi, beras dan pakaian layak pakai ini dihantar pada siang hari ke Lewoleba berjarak 30 kilometer. Rombongan ini  menggunakan sebuah dump truk milik  Yakobus Gesing Wuwur, warga desa itu. 

Baca juga: Isu Tsunami, Ratusan Warga Pasir Panjang Kota Kupang Mengungsi ke Bukit, Kaki Terluka Tertusuk Duri

 Bona mengatakan, dump truk bernama Neng Gelis itu dikemudikan oleh Paulus Boli Wuwur, putra sulung Yakobus. Mereka tiba di Lewoleba dua jam kemudian setelah melintasi medan yang cukup berat.

Bona mengatakan, bantuan itu kemudian diserahkan  ke Posko Pemda Lembata di SMPN I Nubatukan dan Posko lainnya di Aula Selandoro Wangatoa. 

“Kebetulan yang terima bantuan di Posko Nubatukan Pak Camat Nagawutun. Beliau memberi apresiasi yang positif atas bantuan pertama dari Puor Meluwitin,” kata Bona, jebolan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM) Jakarta ini.

Sedangkan di Posko Selandoro, Wangatoa bantuan diberikan kepada koordinator disaksikan oleh warga pengungsi.

Banjir bandang itu mengepung beberapa desa di Kecamatan Ile Ape. Tercatat hingga hari Selasa, 6 April 2021 sebanyak 28 orang tewas, 44 orang hilang. 

Di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur 60 orang meninggal dunia, 12 orang hilang, di Kabupaten Alor 21 orang meninggal dunia, 20 orang hilang,  Malaka meninggal dunia tiga orang,  Kota Kupang satu orang meninggal dunia, Kabupaten Kupang satu orang meninggal dunia, satu hilang, Sabu Raijua dua orang meningggal, Kabupaten Ende satu orang meninggal dunia. 

Total yang meninggal 117 orang,  76 orang hilang atau masih dalam pencarian tim.
Akses dari dan ke  desa-desa itu baik di Lembata, Adonara dan Alor  terputus. 
(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Burin)

Tim Gerakan Pemuda Puor Mewiting Peduli Bencana ketika mengantar logistik makanan ke Lewoleba, beberapa hari lalu.
Tim Gerakan Pemuda Puor Mewiting Peduli Bencana ketika mengantar logistik makanan ke Lewoleba, beberapa hari lalu. (ISTIMEWA.)

Update Bencana Alam NTT

Penulis: Paul Burin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved