Breaking News:

Para Sopir Bus Keluhkan Kondisi serta Pungutan Biaya Perbaikan Jalan Jurusan TTS-Kupang

pihaknya kesulitan mendapat penumpang  pasca bencana angin kencang dan banjir melanda.

Para Sopir Bus Keluhkan Kondisi serta Pungutan Biaya Perbaikan Jalan Jurusan TTS-Kupang
POS-KUPANG.COM/Istimewa
Ilustrasi Pemungut Biaya Perbaikan Jalan

Para Sopir Mobil Bus Keluhkan Kondisi serta Pungutan Biaya Perbaikan Jalan Jurusan TTS-Kupang

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-- Para sopir mobil bus mengeluhkan kondisi jalan jurusan TTS-Kota Kupang yang mengalami kerusakan parah pada beberapa titik pasca dilanda bencana beberapa hari lalu.

Mereka juga mengalami kesulitan membayar pemungutan yang dilakukan oknum-oknum di beberapa titik kerusakan jalan akibat banjir bandang yang melanda daratan pulau Timor.

Kepada POS-KUPANG.COM, Rabu, 7 April 2021, salah seorang sopir Bus jurusan Kefamenanu-Kota Kupang berinisial BA mengatakan, pihaknya kesulitan mendapat penumpang  pasca bencana angin kencang dan banjir melanda.

Selain itu, mereka juga tidak berani mengambil resiko berangkat ke Kota Kupang tanpa ada penumpang. Pasalnya mereka wajib dikenakan  pungutan biaya perbaikan jalan pada beberapa titik di area TTS dan Kabupaten Kupang.

"Karena pengeluaran rupiahnya juga banyak. Jadi di setiap tempat itu, kita harus kasih Lima ribu, sepuluh ribu, ada yang bayar lima puluh ribu. Karena mereka timbun jalan pake sertu di tempat yang tanah longsor itu. Jadi kita harus ada sepuluh orang baru bisa jalan," ujarnya.

Baca juga: Banjir dan Angin Kencang Rendam Rumah Warga di Kecamatan Biboki Utara & Insana Kabupaten TTU

Baca juga: Jembatan Gantung Bima Sakti di Kabupaten TTU Roboh Diterjang Banjir

Selain disebabkan oleh sepinya penumpang beberapa hari terakhir, mereka juga tidak berani mengambil resiko mengalami kerugian dengan membayara pungutan tersebut. Oleh karena itu, beberapa sopir terpaksa memilih untuk tidak melakukan perjalanan jika tidak ada penumpang.

Menurut BA, pihaknya baru berhasil melintasi jalur Kefamenanu-Kota Kupang pada Selasa, 6 April 2021 kemarin, pasca bencana banjir bandang yang menyebabkan kerusakan struktur jalan dan jembatan pada beberapa titik. Sementara sebelumnya pada hari Minggu hingga Senin, pihaknya tidak bisa melintasi kendaraan roda empat hingga ke Kota Kupang.

"Sekarang penumpang sepi. Oto baru jalan dua biji (unit). Karena masyarakat tahu sekarang jalan masih dalam keadaan longsor di Batu Putih, Takari dan Oesao, Tuapukan," jelasnya.

Dia berharap, pemerintah segera menanggulangi persoalan tersebut. Supaya tidak menghambat akses lalu-lintas warga di beberapa kabupaten di Pulau Timor. 

Baca juga: Diperkirakan 5 Hektare Tanaman Padi di Areal Persawahan Oekui, Kabupaten TTU Gagal Panen

Baca juga: Hadirkan Persediaan Air Bersih, Paskalis Kefi Bangkitkan Asa Masyarakat Desa Banain Kabupaten TTU

Hal senada disampaikan sopir lainnya berinisial KP. Menurutnya, kondisi jalan pada titik-titik tersebut cukup memrihatinkan. Jalan tersebut dipastikan putus total jika terjadi banjir bandang susulan.

Dikatakan KP, kondisi jalan paling parah terletak di Takari. Pasalnya, kondisi pada ruas jalan di wilayah tersebut mengalami longsor sehingga harus ditimbun sertu setiap saat pasca dilintasi kendaraan.

"Namanya kita lewat itu kan, oto harus garuk itu sertu dong. Mereka harus taruh ulang lagi, supaya kita bisa lewat lagi. Jadi taruh lagi itu yang kita harus bayar dong lima puluh ribu dulu baru kita bisa lewat," jelasnya.

Baca juga: Bronjong Kali Maslete Kabupaten TTU Ambruk, Warga Bantaran Kali Resah

Baca juga: FKUB Imbau Warga Tetap Jaga Kamtibmas di Kabupaten TTU Pasca Pilkada, Info

Secara khusus di wilayah Kabupaten TTU dan Atambua, tidak ada gangguan lalu-lintas jalan sebagai akibat dari bencana banjir dan angin kencang beberapa hari yang lalu.

KP mengaku dirugikan dengan atas kondisi jalan serta biaya pemungutan tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon)

Penulis: Dionisius Rebon
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved