Breaking News:

Bencana Alam NTT

Dampak Siklon Tropis Seroja: Bendungan Rusak, Ribuan Hektar Sawah Sumba Timur Terancam Gagal Panen

Sekitar 1.440 lektar sawah milik petani di Sumba Timur kini tidak bisa dialiri air dan terancam gagal panen.  Bendungan Kambaniru yang selama ini dim

Max 96,9 FM/Heinrich Dengi
Banjir bandang saat yang terjadi saat Siklon Tropis Seroja yang menyebabkan Bendungan Kambaniru jebol mengakibatkan rumah warga di Kelurahan kambaniru, Kecamatan Kambera, Sumba Timur digenangi air. 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Sekitar 1.440 lektar sawah milik petani di Sumba Timur kini tidak bisa dialiri air dan terancam rusak dan gagal panen. 

Bendungan Kambaniru yang selama ini dimanfaatkan untuk mengairi ribuan hektar areal persawahan para petani setempat ini, mengalami kerusakan parah saat terjadi bencana tang disebabkan Siklon Tropis Seroja beberapa waktu lalu. 

Dilansir Kompas.com, bendungan Kambaniru di Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak total akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut, Minggu 4 April 2021.

"Bantal dan sayap (Bendungan Kambaniru ambruk). Sehingga praktis ya, kalau sudah seperti itu, air tidak bisa mengalir lagi ke selokan," kata Bupati Sumba Timur Khristofel Praing saat dihubungi Kompas.com, Rabu 7 April 2021 siang. https://youtu.be/_5_J7q794Qs

Baca juga: Melchias Mekeng Anggota DPR RI Beri Bantuan 500 Lembar Selimut untuk Korban Banjir Bandang Adonara

Bantalan dan Jembatan Bendungan Kambaniru, di Kecamatan kambera, Sumba Timur terlihat jebol saat diterjang badai Siklon Tropis Seroja beberapa waktu lalu.
Bantalan dan Jembatan Bendungan Kambaniru, di Kecamatan kambera, Sumba Timur terlihat jebol saat diterjang badai Siklon Tropis Seroja beberapa waktu lalu. (Max 96,9 FM/Heinrich Dengi)

 

"Dan, tidak bisa dipakai lagi sama sekali bendungan tersebut. Rusak total sudah itu," ujar Khristofel menambahkan.

Selama ini, bantal tersebut berfungsi untuk membendung air sungai agar bisa dialirkan ke saluran induk.

Air yang ada di saluran induk akan diteruskan untuk kebutuhan irigasi persawahan warga di Kecamatan Kambera.

"Sekarang saluran induknya tidak ada air lagi. Karena bantal (penahan air sungai) sudah ambruk," ungkap Khristofel.

Khristofel menyebutkan, kerusakan bendungan tersebut berdampak langsung terhadap 1.440 hektar sawah penduduk.

Baca juga: Bencana Alam NTT : Angin Kencang, Banjir Bandang & Tanah Longsor, Ini 10 Wilayah Terdampak Bencana

Ia berharap pemerintah pusat memperhatikan bendungan yang sudah rusak parah tersebut.

"Karena kewenangan pemerintah pusat, kita berharap pemerintah pusat sesegera mungkin (memperbaiki Bendungan Kambaniru). Karena berkaitan hajat hidup orang banyak, 1.440 hektar. Ribuan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di situ," kata Khristofel. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bendungan di Sumba Timur Rusak akibat Banjir Bandang, 1.440 Hektar Sawah Tidak Bisa Dialiri Air" 

Editor: John Taena
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved