Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Blackout Pasca Badai Siklon Seroja, Kota Kupang Gelap Total 

BPBD NTT menghimbau agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah untuk sementara waktu untuk menghindari korban akibat badai

Tayang:
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Suasana gelap gulita Kota Kupang di Bundaran PU, usai diterjang badai siklon Seroja Senin 5 April 2021 malam 

Blackout Pasca Badai Siklon Seroja, Kota Kupang Gelap Total 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kota Kupang kembali gelap total pada Senin 5 April 2021 malam pasca blackout jaringan listrik PLN akibat adanya badai Siklon Seroja. 

Blackout listrik dari PLN sejatinya telah berlangsung sejak Minggu, 4 April 2021 sekira pukul 22.00 Wita. 

Puncak badai siklon Seroja yang menerjang Kota Kupang dan sekitarnya pada Senin dinihari mengakibatkan jaringan listrik di ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu terganggu. 

Selain banyaknya pepohonan yang tumbang dan mengenai kabel listrik, tiang tiang listrik hingga gardu pun mengalami kerusakan hampir merata di seluruh wilayah Kota Kupang. 

Pasca badai Senin pagi, tim teknis PLN turun untuk melakukan peninjauan dan perbaikan jaringan. Tak hanya itu, warga pun ikut menebang pohon yang tumbang dan membersihkan sisa sisa patahan dahan dan ranting. 

Baca juga: Kota Kupang hingga Flores Timur Berpotensi Banjir. Daftar 10 Daerah dengan Potensi Bencana Banjir

Pantauan POS-KUPANG.COM pada Senin malam, situasi gelap gulita yang terjadi akibat blackout listrik itu kian mengkhawatirkan terutama di jalur jalur yang ditumbangi pohon dan tiang listrik. 

Dahan dahan pohon yang dipotong sebagian  menjorok hingga separuh badan jalan utamanya di sepanjang jalur boulivard dari jalan Piet A Talo, Jalan Frans Seda hingga Jalan El Tari.

Sementara itu, kabel kabel listrik dan telepon yang putus berseliweran di jalanan. Juga beberapa ruas jalan utama yang digenangi air bah seperti ruas jalan Ahmad Yani Oeba, Jalan WZ Lalamentik Oebufu, Jalan Cak Doko, juga jalan Timor Raya dan jalan RH Koroh Pepura. 

Akibat hal itu, pemandangan unik tampak di beberapa kantor dan perbelanjaan swasata baik yang. Meski dalam keadaan gelap, warga datang untuk mengecas hape di tempat itu. 

Baca juga: Kota Kupang Porak Poranda Akibat Siklon Tropis Seroja

Sejak pagi, Kota Kupang ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tampak porak poranda akibat badai siklon tropis yang menghantam wilayah itu pada Senin, 5 April 2021 dini hari hingga pagi. 

SIKLON tropis yang oleh BMKG disebut Siklon Seroja ini terjadi akibat bibit siklon tropis 99S yang terbentuk di sekitar Laut Sawu, NTT sejak Jumat 2 April. 

Puncak siklon Seroja berlangsung sekira 8 jam terhitung sejak pukul 01.00 Wita. 

Jalanan-jalan utama yang menghubungkan wilayah Kota dipenuhi pepohonan dan tiang listrik yang tumbang. Selain itu ratusan rumah warga juga terdampak. Banyak rumah yang rusak, termasuk banyak atap rumah yang tercerabut. 

Baca juga: 6 KK di Kelurahan Manutapen Kota Kupang Terkena Dampak Bencana Longsor dan Pohon Tumbang

Tak hanya itu, gedung gedung perkantoran pemerintah juga mengalami kerusakan. Sebut saja Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT yang terletak di jantung kota. Atap hingga plafon gedung berbentuk replika alat musik sasando itu terlepas dari tempatnya. 

Fasilitas perbelanjaan dan Hotel pun demikian. Banyak yang mengalami kerusakan. 

Selain  itu, Pom Bensin yang berada di wilayah Kelurahan Kelapa Lima Kota dan Oeba  juga mengalami kerusakan parah. 

Dalam keterangan pers Minggu malam, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati telah menerbitkan peringatan atas potensi cuaca ekstrem itu.

Berdasarkan analisis BMKG, bibit siklon tropis 99S berada di perairan Kepulauan Rite NTT, sekitar 24 km barat daya Kupang. 

Baca juga: Hujan di Kota Kupang Tak Kunjung Reda, Pelaksanaan Misa Malam Paskah Tak Surut

Bibit siklon tropis itu tercatat mengarah ke arah timur hingga timur laut menjauhi wilayah Indonesia. Namun demikian, pergerakan masih lamban dan masih cukup dekat dengan daratan NTT saat menjadi siklon.

Siklon itu, menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dinamakan siklon Seroja sesuai dengan urutan nama dari BMKG secara internasional.

BMKG memprediksi kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya 45 knots (85 km/jam) dengan tekanan di pusat diprediksikan sekitar 980 hPa. NTT, sebut BMKG berstatus siaga sejak Minggu 4 April 2021 sore.

Sebelumnya pihak BPBD NTT menghimbau agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah untuk sementara waktu untuk menghindari korban akibat badai. Ia menyebut, potensi badai siklon tropis ini masih terjadi tiga hari hingga sepekan ke depan.

"Himbauan kita agar masyarakat jangan keluar rumah dulu karena intensitas hujan masih tinggi dan bisa berdampak pada pohon tumbang. Masyarakat menjaga diri dulu, jangan keluar karena tiga hari sampai satu Minggu kedepan ini kita masih siaga betul," imbau Thomas Bangke, Kepala BPBD NTT pada Minggu. 

Baca juga: Hujan Lebat Guyur Kota Kupang, Pelaksanaan Misa Malam Paskah Berjalan Hikmat, Begini Suasanannya

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meminta pemerintah kabupaten/kota untuk sigap melaksanakan penanganan dan penanggulangan bencana di wilayahnya masing masing. 

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Ardu Jelamu Marius mengatakan, Kepala daerah agar melakukan tindakan cepat dalam rangka upaya penyelamatan korban dan penanganan bencana. 

Suasana gelap gulita Kota Kupang pada Senin 5 April 2021 malam usai diterjang badai siklon Seroja di Jalan Soeharto, depan Hotel Silvya
Suasana gelap gulita Kota Kupang pada Senin 5 April 2021 malam usai diterjang badai siklon Seroja di Jalan Soeharto, depan Hotel Silvya (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)

"Kita harapkan semua pihak baik Basarnas, TNI-Polri maupun BPBD dikoordinasikan oleh walikota atau bupati untuk segera melakukan tindakan cepat untuk menyelamatkan nyawa dan menyiapkan logistik. Selain itu juga membuka dapur umum, menggerakkan semua kekuatan mulai Kabupaten hingga RT untuk bahu membahu menangani dampak bencana yang sedang terjadi," ujar Ardu Jelamu, Minggu 4 April 2021 malam. 

Karena itu, pemerintah menghimbau BPBD Kabupaten/Kota bersama sama dengan stakeholder lainnya dan masyarakat bahu membahu untuk membantu warga yang terdampak bencana baik longsor, banjir maupun bencana lain. 

Baca juga: Pohon Tumbang Di Jalan Nangka Kota Kupang, Lurah Oeba : Tidak Ada Korban Jiwa

Selain itu, pemerintah provinsi juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang diprediksi masih berlangsung beberapa hari kedepan. 

Ardu Jelamu menyebut, saat ini cuaca masih sangat ekstrim. Oleh karena itu, bagi warga yang berdomisili di wilayah yang berpotensi bencana agar dapat mencari perlindungan dan mengungsi sementara waktu hingga kondisi benar benar pulih.

Untuk warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan perbukitan diminta untuk lebih waspada manakala ada potensi longsor atau banjir.

Demikian pula warga yang tinggal di pinggir pantai agar dapat menghindari potensi banjir rob karena tingginya gelombang air laut. 

"Kita harapkan para kepala desa di seluruh NTT bisa bekerja keras bersama masyarakat untuk bisa mengungsi ke tempat yang lebih aman terutama rentan bencana, kita harapkan agar bisa mengungsikan warga ke tempat yang aman mengingat cuaca ekstrim beberapa hari kedepan," ujar Ardu Jelamu.  (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved