Senin, 18 Mei 2026

Bencana Alam NTT

Bencana Alam di Pulau Messah Kabupaten Mabar, Ini Perkembangannya

Gelombang laut setinggi 3 meter menghantam Pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat

Tayang:
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
Dokumentasi warga Pulau Messah, Jiliwus untuk POS-KUPANG.COM
Kapal milik warga yang tenggelam akibat gelombang tinggi di Pulau Messah Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar, Jumat (2/4/2021). 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Gelombang laut setinggi 3 meter menghantam Pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Akibat peristiwa yang terjadi pada Jumat (2/4/2021) tersebut, sebanyak 4 rumah dab 4 kapal milik warga rusak berat.

Dampak lainnya, sejumlah rumah warga rusak, tanggul penahan gelombang rusak dan satu unit dermaga umum rusak berat.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mabar, Kasim Bura mengatakan, pihaknya telah menyampaikan berkas dan surat keputusan terkait kejadian tersebut kepada Sekda Kabupaten Mabar pada Minggu (4/4/2020).

Baca juga: Bank NTT Buka Donasi untuk Korban Bencana Alam di NTT

Baca juga: Kota Kupang Porak Poranda Akibat Siklon Tropis Seroja

Selanjutnya, pihaknya tengah menunggu arahan selanjutnya dari Sekda Mabar, sebab penanganan kejadian tersebut harus melalui penetapan status bencana oleh bupati Mabar.

"Kalau selesai besok Senin (5/4/2021), mungkin lusa pada Selasa (6/4/2021), kami bisa meluncur, tapi permintaan BNPB untuk helikopter dan logistik serta dokumen lainnya hingga SK penetapan status ada 5 berkas yang saya sudah sampaikan," katanya.

Menurutnya, berselang 3 hari setelah kejadian bencana, harus ada pernyataan dan penetapan status darurat bencana oleh bupati Mabar.

Baca juga: Menko Airlangga: 110 dari 542 Daerah Otonom Bentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

Baca juga: Besok, Mensos Risma Datang ke Lembata Bantu Korban Banjir Ile Ape

Sementara itu, Sekda Mabar, Hans Odo membenarkan bahwa dokumen dari BPBD Kabupaten Mabar telah diterima.

"Karena ini harus dilalui dari pernyataan pak bupati. Dokumen dari saya, besok kami akan tindaklanjuti," katanya.

Diakuinya, warga terdampak bencana alam juga terjadi di beberapa pulau di kabupaten Mabar.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan para kepala desa yang daerahnya terdampak serta camat Komodo terkait hal tersebut.

"Nanti yang paling penting bantuan kepada masyarakat dulu. Tadi saya sudah koordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca ekstrem saat ini. Saya sudah berkoordinasi dengan kades Pasir Putih, Kades Seraya Maranu, Kades Komodo dan pak camat untuk koordinasi dan umumnya masyarakat membutuhkan bantuan Sembako. Karena mereka tidak bisa melaut," katanya.

Sementara itu, seorang warga Pulau Messah, Jiliwus mengatakan, air laut yang pasang masih memasuki pemukiman warga hingga Minggu (4/4/2021).

"Air laut masih saja masuk ke pemukiman warga sekitar setengah meter, hanya saja tidak disertai dengan angin dan gelombang besar. Sudah ada penurunan penurunan dari kemarin, cuman kami tidak tahu bagaimana untuk besok hari," katanya.

Diberitakan sebelumnya, gelombang laut setinggi 3 meter menghantam Pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved