Rabu, 3 Juni 2026

Ancaman Perang Laut China Selatan Meningkat, Indonesia HarusTerlibat Demi Tiap Jengkal NKRI

Kawasan Laut China Selatan dan Laut China Timur merupakan dua titik yang paling rawan konflik yang bisa memicu Perang Dunia III

Tayang:
Editor: Alfred Dama
via intisari.grid.id
Ancaman Perang dari Laut China Selatan Terus Meningkat, Indonesia Harus Terlibat Demi Keamanan Nasional 

Berbagai tempat panas

Ada beberapa pernyataan terkait perairan Asia beberapa minggu terakhir.

Salah satunya adalah pernyataan Menlu AS Antony Blinken minggu lalu bahwa Washington akan bersanding dengan sekutunya Filipina setelah lebih dari 200 kapal China mengepung Karang Whitsun, yang berada di dalam zona ekonomi eksklusif Manila di Laut China Selatan tapi juga diklaim oleh Beijing.

Filipina juga menyebut kehadiran kapal-kapal itu sebagai upaya militerisasi, dan menuntut kapal-kapal supaya meninggalkan karang itu.

Meskipun China telah mengklaim kapal itu hanyalah kapal penangkap ikan berlindung dari terpaan cuaca, insiden tersebut telah menimbulkan kekhawatiran jika Beijing meningkatkan upayanya untuk mengontrol perairan sengketa.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Menhan Jepang setuju dengan kuat menolak aksi apapun dari China yang dapat meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan.

Menhan Jepang, Nobuo Kishi, mengatakan kerjasama ini termasuk kerjasama pertahanan dua negara dan latihan bersama.

Sementara itu Jepang sudah sepakat dengan AS untuk melaksanakan latihan militer di Laut China Timur pada 24 Maret untuk menahan upaya China mengubah status quo di sekitar Kepulauan Diaoyu.

Sebelumnya pada 22 Maret, Korea Selatan dan Jepang mengatakan mereka akan meluaskan kerjasama keamanan setelah menlu dan menhan AS mengunjungi dua negara sekutu AS itu dan menekankan pentingnya kerjasama tiga negara.

Negara-negara Eropa pun juga terlibat, bulan lalu Perancis dan Jerman mengatakan berencana mengirim kapal melalui Laut Vietnam Timur pertama kalinya dalam 19 tahun untuk menahan China.

Greg Poling, direktur Asia Maritime Transparency Initiative di Pusat Strategi dan Studi Internasional (CSIS) di Washington mengatakan negara Eropa merespon yang mereka anggap ancaman terhadap prinsip dasar dari undang-undang maritim internasional.

"Mereka juga merespon sinyal bantuan dari tetangga China yang secara aktif mencari cara menggaungkan sengketa maritim itu ke ranah internasional sebagai satu-satunya harapan menghadapi tekanan yang meningkat dari maritim China," ujar Poling.

Perkembangan lain temukan jika India bulan ini akan bergabung dengan latihan yang dipimpin angkatan laut Perancis La Perouse pertama kalinya di Teluk Bengal, bersama latihan Malabar oleh Australia, AS dan Jepang.

India, AS, Australia dan Jepang dikenal juga sebagai Quadrilateral Security Dialogue atau Quad yang sering dilihat sebagai koalisi anti-China.

The Australian Strategic Policy Institute juga mengatakan diskusi latihan India-Australia-Perancis dan India-Australia-Indonesia sedang dilakukan.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved